Pertama dalam Sejarah Dua Masjid Suci, 2 Wanita Jadi Asisten Syeikh As-Sudais
·waktu baca 2 menit

Kepala Presidensi Urusan Umum Dua Masjid Suci Syeikh Abdul Rahman as-Sudais mengumumkan struktur baru di lembaga yang bertugas mengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Arab Saudi, tersebut.
Struktur baru itu antara lain adalah pengangkatan dua wanita bergelar doktor, yaitu Fatima Al-Rashoud dan Al-Anoud Al-Abboud, sebagai asisten Kepala Presidensi Syeikh As-Sudais.
“Pengangkatan ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Presidensi Dua Masjid Suci,” demikian diungkapkan media-media lokal Saudi, dikutip Senin (9/8/2021).
Dr Fatima diangkat sebagai asisten kepala presidensi untuk urusan perempuan dan penasihat kepala presiden, sementara Dr Al-Anoud diangkat sebagai asisten kepala presidensi untuk urusan pembangunan perempuan.
Sedangkan Saudi Gazette melaporkan, sebagai langkah penting untuk lebih memberdayakan wanita di Arab Saudi, As-Sudais mengeluarkan perintah pada hari Kamis untuk menunjuk 20 wanita, yang merupakan pemegang gelar master dan doktoral, dalam posisi kepemimpinan kunci di kepresidenan.
Selain Dr Fatima dan Dr Al-Anoud, juga ada dua orang asisten kepala presidensi yang ditunjuk, yaitu Dr Saad bin Muhammad Muhaimeed dan Dr Muhammad Khudairi.
“Kami memiliki visi negara kami 2030 dan visi kepresidenan 2024 dalam pembangunan dan pembaruan untuk membuka cakrawala baru bagi kaum muda untuk memompa darah, pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan perempuan, teknologi dan digitalisasi, di samping laju pembangunan di bidang kecerdasan buatan,” ungkap Syeikh As-Sudais yang juga merupakan imam dan khatib Masjidil Haram ini.
Pejabat perempuan lainnya yang diangkat adalah:
Dr Camelia Al-Daadi sebagai Wakil Presiden untuk Urusan Administrasi dan Pembangunan Wanita.
Dr Noura Al-Dhuibi sebagai Wakil Presiden untuk Urusan Ilmiah, Intelektual dan Bimbingan Wanita.
Ibtihal Al-Juaid sebagai Under-General untuk Perpustakaan dan Riset Ilmiah Wanita.
Dengan pengangkatan tersebut, Presidensi tercatat memiliki jumlah perempuan terbanyak yang menduduki posisi kunci dalam sejarahnya.
Pemberdayaan Perempuan
Syeikh As-Sudais juga memerintahkan untuk membuat lembaga asisten pemberdayaan perempuan di bawah kepresidenan. Ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberdayakan perempuan di Dua Masjid Suci dan untuk memanfaatkan secara maksimal kader perempuan terkemuka.
Juga, sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan jemaah haji dan umrah dan pengunjung sesuai dengan Visi Kerajaan 2030.
Struktur baru kepresidenan itu meliputi penugasan empat orang pembantu presiden, sejumlah penasihat dan wakil presiden, serta sejumlah asisten wakil presiden.
Kepresidenan juga mengumumkan rencana untuk melatih 320 karyawan wanita Saudi dengan meluncurkan program pelatihan berjudul “Hayyak” untuk meningkatkan kualitas dan standar penyambutan/penerimaan jemaah wanita.
