Pertemuan Salim Segaf-SBY: Sepakat Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
·waktu baca 2 menit

Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al-Jufri, bertemu dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Cikeas, Bogor, Rabu (21/12) lalu.
Juru bicara PKS, Pipin Sopian, menyebut dalam silaturahmi itu pihaknya disuguhi menu racikan andalan SBY: nasi goreng.
"Ya kami makan nasi goreng bareng, santai, silaturahmi," ucap Pipin di rilis survei Voxpol, di Cipta Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (23/12).
Di kesempatan itu, kedua belah pihak juga sepakat untuk menolak segala isu perpanjangan jabatan presiden. Mereka juga sepakat untuk bersama-sama menyelesaikan era Presiden Jokowi dengan baik sebagai pihak di luar pemerintah.
"Kita sepakat tidak boleh lagi ada isu perpanjangan pemerintahan, legislatif. Jadi kita harus betul-betul concern dengan agenda reformasi kita dengan membatasi kekuasaan itu cukup. Rakyat harus diberi kesempatan untuk memilih capresnya sesuai dengan konstitusi," ucap Pipin.
"Kami berada di luar pemerintah ini, menjaga marwah demokrasi ini semakin baik, dan ayo kita cari siapa capres-cawapres yang terbaik," imbuhnya.
Meski belum resmi diumumkan, PKS dan Partai Demokrat digadang-gadang akan membangun koalisi bersama Partai NasDem: Koalisi Perubahan. PKS sendiri saat ini sudah memutuskan tiga kriteria capres yang akan mereka ajukan: dicintai rakyat, berpotensi menang, dan disukai rakyat; berjiwa nasionalis-religius; serta merupakan simbol perubahan bangsa untuk lebih baik.
"Ya kita ikhtiarkan, mudah-mudahan awal tahun ini, mudah-mudahan tahun baru ada capres baru yang kira-kira bisa dideklarasikan oleh PKS sebagaimana tiga kriteria itu," pungkasnya.
