Perubahan Iklim Picu Runtuhnya Gletser di Patagonia Chile
·waktu baca 2 menit

Fenomena perubahan iklim telah menyebabkan kenaikan temperatur bumi. Peristiwa itu disinyalir menyebabkan runtuhnya gletser atau bongkahan endapan es, yang menggantung di taman nasional Queulat di Patagonia Chile.
Kejadian runtuhnya gletser tersebut diabadikan oleh pendaki gunung setempat dan dengan cepat viral di media sosial sejak Senin (12/9).
Di dalam video tersebut terlihat jelas gletser yang berada di puncak gunung setinggi 200 meter tersebut bergemuruh dan pecah. Taman Nasional Queulat sendiri terletak lebih dari 1.200 kilometer ke arah selatan dari ibu kota Chile.
Ilmuwan iklim Universitas Santiago, Raul Cordero, menyatakan terdapat kerenggangan antara massa es normal. Oleh sebab itu, ia mengkhawatirkan frekuensi dari runtuhnya gletser di Patagonia.
"Karena jenis peristiwa ini dipicu oleh gelombang panas atau peristiwa presipitasi cair yang intens dan kedua hal itu juga terjadi lebih sering di seluruh planet ini, tidak hanya di Chile" jelas Cordero.
Lebih lanjut, Cordero menemukan adanya gelombang panas dan suhu yang sangat tidak normal di wilayah Patagonia sebelum kejadian runtuhnya gletser tersebut. Cordero menambahkan bahwa "sungai atmosfer" yang terdiri dari udara yang relatif hangat sarat dengan kelembaban juga terjadi.
Dikutip dari Reuters, dalam prosesnya, sungai atmosfer tersebut akan bertemu dengan topografi Andes dan Patagonia sehingga menyebabkan terbentuknya awan besar dan mengeluarkan presipitasi.
"Salah satu konsekuensi dari pemanasan global adalah destabilisasi beberapa gletser, secara khusus dinding gletser yang tidak stabil," kata Cordero.
"Itu adalah kasus yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Patagonia dengan cara yang mirip dengan apa yang terjadi beberapa bulan lalu di Himalaya dan Alpen,” pungkasnya.
Perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan emisi rumah kaca telah memicu runtuhnya gletser di berbagai dunia. Penelitian yang dilakukan oleh Nature Geoscience bahkan telah memperingatkan risiko percepatan pencairan es yang menyebabkan runtuhnya gletser di Antartika barat.
Penulis: Thalitha Yuristiana.
