Perwakilan Muslim Ukraina Datang ke Indonesia, Harap Dukungan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perwakilan Presiden Ukraina di Krimea, Tamila Tasheva kunjungi Indonesia untuk gaet dukungan muslim Indonesia.
 Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Perwakilan Presiden Ukraina di Krimea, Tamila Tasheva kunjungi Indonesia untuk gaet dukungan muslim Indonesia. Foto: Dok. Istimewa

Perwakilan muslim Tatar dari Ukraina bernama Tamila Tasheva berharap dukungan solidaritas dari masyarakat Indonesia. Tamila sengaja datang langsung untuk membeberkan kondisi terkini muslim Tatar.

Tamila mengatakan, Tatar merupakan etnis asli Krimea yang menganut aliran Islam Sunni. Dia mengeklaim, Tatar secara umum memiliki kesamaan dengan Muslim di Tanah Air.

“Mengapa kami datang dengan masalah khusus Krimea, karena Krimea, itu adalah tempat yang kami miliki sebelum 2014 banyak keragaman. Krimea, mereka memiliki Tatar Krimea, penduduk asli, penduduk asli di Krimea, dan masalah Tatar Krimea," kata Tamila di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (2/3).

kumparan post embed

"Menurut kami, sangat bagus, dapat dimengerti untuk Indonesia, karena Tatar Krimea juga Muslim dan Muslim Sunni, dan mayoritas penduduk di negara anda juga Muslim,” sambungnya.

Tamila menuturkan, banyak pelanggaran HAM berat semasa invasi Rusia ke negaranya. Dia berharap Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar dapat memberikan bantuan lewat komunitasnya.

“Sekarang, sayangnya, kami memiliki banyak pelanggaran HAM di Krimea, banyak penuntutan di Krimea, dan untuk Krimea, mereka membutuhkan solidaritas antara komunitas Muslim juga di seluruh dunia,” ujarnya.

Datang ke Indonesia Juga Ingin Berdiskusi dengan NU dan Muhammadiyah

Perwakilan Presiden Ukraina di Krimea, Tamila Tasheva (tengah) kunjungi Indonesia untuk gaet dukungan muslim Indonesia. Foto: Thomas Bosco/kumparan

Tamila mengaku dalam misinya kali ini, juga ingin bertemu langsung dengan NU dan Muhammadiyah. Selain itu, pihaknya juga akan menggelar diskusi di tingkat kampus.

“Hari ini pertemuan dengan organisasi Muslim, pertemuan dengan akademisi dengan berbagai universitas dan kami mengadakan kuliah umum untuk mahasiswa di Yogyakarta (Universitas Gajah Mada). Jadi kami baru saja tiba dari Jakarta dan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah dan Universitas Islam Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, selama berada di Indonesia sambutan dari berbagai pihak sangat positif. Ini dirasakannya langsung saat melintas di jalanan Ibu Kota.

“Kami mengapresiasi dukungan penuh dari masyarakat sipil, dari pemerintah dari masyarakat Indonesia, ketika mereka melihat bendera kami terpasang di mobil kami, beberapa di antaranya memberi sinyal dengan motor atau mobil. Dan itu benar-benar kehormatan bagi kami dan kami sangat menghargai untuk itu,” ungkap Tamila.

Di kesempatan yang sama hadir juga Duta besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin. Dia menyampaikan apresiasinya kepada wartawan yang hadir untuk dengarkan cerita yang dibawa Tamila.

“Terima kasih banyak, semuanya. Hanya beberapa, terima kasih atas apa yang Anda lakukan. Dan saya tahu bahwa banyak dari Anda berada di ujung tajam peristiwa dunia, hot point dan hotspot di mana-mana, termasuk Ukraina," pungkasnya.

Vasyl sebut bahwa Tamila tak mungkin bisa kembali ke rumahnya di Krimea. Menurutnya, Tamila akan ditangkap dan kemungkinan besar dieksekusi oleh pihak Rusia.

Surat dari Warga yang Ditahan Rusia

Perwakilan Presiden Ukraina di Krimea, Tamila Tasheva (kanan) kunjungi Indonesia untuk gaet dukungan muslim Indonesia. Foto: Dok. Istimewa

Tamila pun menutup ceritanya dengan membacakan surat dari rekannya berusia 18 tahun yang ditahan oleh Rusia hanya karena dia adalah seorang etnis Muslim Tatar. Berikut suratnya:

Saat ini di Krimea, ratusan Muslim menjadi sasaran represi, penangkapan dan denda. Mereka tidak bisa acuh tak acuh menindas dalam kaitannya dengan keyakinan. Mereka datang ke bawah gedung pengadilan untuk mendukung yang penangkapan, mereka membuat, melakukan pengiriman makanan ke penjara, layaknya jurnalis, mereka meliput semua saluran ini dengan risiko menjadi yang berikutnya, setidaknya memiliki Dinas Keamanan Rusia.

Saat ini di Krimea, bahkan mereka yang membela nama terhormat Islam dan Muslim, pengacara dikenai denda penangkapan dan berbagai kesulitan, kerabat, dan teman yang pergi ke pengadilan untuk anak-anak mereka, suami, dan saudara laki-laki dihentikan, didenda, dan dicabut haknya. Hak hukum untuk menghadiri sidang pengadilan terbuka. Para imam, di sebagian besar salat, dan bahkan di pemakaman, ditangkap jika mereka mengatakan kebenaran tentang doa atau berdoa bagi mereka yang ditangkap karena Federasi Rusia menyiarkan kebohongan kepada dunia bahwa Islam tidak terpojok di negara ini dan Muslim memiliki hak.