Pesan AHY ke Anggota DPR Demokrat: Jaga Lisan, Jangan Sakiti Perasaan Masyarakat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025). Foto: Partai Demokrat
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025). Foto: Partai Demokrat

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan para wakil rakyat dan pejabat publik untuk berhati-hati dalam bertutur kata.

"Yang kedua, sejak awal mari kita jaga diri baik-baik agar para pejabat publik berjaga tutur katanya mari kita jaga lisan kita, jangan sampai menyakiti masyarakat. Mari kita jaga diri baik-baik," kata AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (9/9).

AHY menjelaskan bahwa segala tindak tanduk pejabat publik selalu menjadi sorotan masyarakat.

"Wakil rakyat, para pejabat publik itu selalu diikuti, tutur kata perilakunya, mari kita jaga lisan kita. Jangan sampai menyakiti perasaan masyarakat," ucapnya.

Lebih lanjut, AHY menilai, masyarakat saat ini tengah menghadapi banyak persoalan dan berharap pemerintah dapat memberikan solusi nyata. Ia menyebut berbagai kelompok masyarakat seperti guru PAUD, pekerja ojek online, buruh pabrik, perangkat dusun, pelaku musik, hingga pelaku UMKM mendambakan kehidupan yang lebih baik.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025). Foto: Partai Demokrat

"Kepada anggota dewan menteri-menteri untuk respons berbagai isu sebagian besar semakin baik kehidupannya baik guru paud, pekerja ojol, buruh pabrik perangkat dusun, pelaku musik, UMKM berharap bisa lebih baik kehidupannya agar hidup lebih baik untuk diri keluarganya, saya rasa semua itu benar-benar mendasar setelah dicatat diperjuangkan perlu kami terus tingkatkan di pemerintahan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar para pejabat publik tidak lengah dalam menjaga sikap, terutama ketika menghadapi isu-isu yang sensitif. Menurutnya, hal ini penting untuk memastikan pemerintah tetap dekat dengan masyarakat.

"Apalagi isu-isu yang sangat sensitif, kita jaga diri dalam keseharian. Tidak ada yang sempurna, tidak ada gading yang tak retak, tetapi paling tidak kita saling mengingatkan, agar terus bisa menyatu dengan kondisi masyarakat hari ini, kemudian kita bisa fokus pada solusinya," tandas dia.