Pesan Idham Azis di Wisuda Taruna Akpol: Jaga Iman hingga Jangan Jadi Anak Mama

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menghadiri wisuda taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Sebanyak 293 calon perwira remaja (Capaja) Akpol angkatan 51 Batalyon Adnyana Yuddhaga resmi menjadi perwira pertama.
Satu Capaja atas nama Ivan Pradipta menjadi lulusan terbaik. Ia meraih Adhi Makayasa Akpol 2020.
Selain menyaksikan kelulusan dan pemberian penghargaan tersebut, Idham Azis juga menyampaikan pesan untuk para lulusan Akpol tersebut.
Idham Azis, Jenderal yang terkenal dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos itu kali ini berbicara berdasarkan naskah yang telah disusun sebelumnya. Namun, hal itu tidak membuat gaya bicaranya hilang.
Perlu diingat acara wisuda tersebut digelar pada Jumat (3/7) di Semarang, Jawa Tengah. Acara dihadiri oleh Kalemdikpol Komjen Arief Sulistyanto, Gubernur Akpol Irjen Asep Syahrudin, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, serta pejabat lainnya. Jalannya acara kemudian ditayangkan dalam akun YouTube Akpol.
Berikut kumparan merangkum pesan Idham kala menghadiri wisuda Akpol yang dikutip pada Senin (6/7):
Jangan Mau Enak Saja, Duduk Dapat Pangkat, Tak Mungkin
Idham meminta seluruh taruna untuk mulai meniti karier dengan baik. Perjuangan akan dimulai setelah lulus sebagai taruna Akpol.
"Kalian harus menjadi perwira yang punya mental juang. Berintegritas humanis, namun harus tetap tegas dan serta tangguh di mana kalian bertugas. Karena di mana kalian bertugas di situlah awal meniti karier," kata Idham
Mantan Kabareskrim itu menyebut, meniti karier seperti lari maraton. Karena itu, Idham mengingatkan semua perwira bahwa tidak ada yang instan dalam pembinaan karier.
"Jangan kau mau senang-senang saja, mau enak-enak saja terus kamu dapat pangkat dan jabatan yang bagus. Itu tidak mungkin. Jadi saya sebagai orang tua ini mengingatkan kalian jadilah perwira yang tangguh," ujar dia.
Jaga Keimanan dan Tanggung Jawab
Idham berpesan, taruna Akpol harus menjunjung tinggi keimanan saat bertugas di tengah masyarakat. Selain itu, mereka juga harus bertanggung jawab penuh pada setiap tugas yang dipercayakan padanya.
“Saya ingin menitipkan pesan kepada taruna. Pertama, tingkatkan terus keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, laksanakan penugasan penuh tanggung jawab. Serta kerahkan sepenuhnya untuk meraih keberhasilan. Hanya itu modalnya, kau akan bisa terus memimpin di Polri,” kata Idham.
Jangan Cengeng atau Jadi Anak Mama
Idham meminta para lulusan Akpol menjadi perwira yang tangguh. Tidak mudah mengeluh saat berdinas.
"Anak-anakku sekalian, saya berharap kamu tidak menjadi perwira yang cengeng. Atau jadi anak mama," kata Idham.
Bicara soal tangguh, sebenarnya Idham ingin menempa para taruna Akpol di Satuan Brimob yang terkenal keras dalam pelatihan. Namun hal itu tidak jadi dilakukan karena dalam kondisi pandemi virus corona.
"Apa sekali-sekali perwira ini kita kirim ke Brimob? Untung ada corona, kau bagus ini. Persis ada corona. Kalau tidak saya kirim ini ke Brimob 2 sampai 3 bulan,” seloroh Idham.
Jangan Lupa Tolong, Maaf, Terima Kasih
Dalam acara tersebut Idham meminta agar para taruna tetap menghormati senior dan anggotanya saat ditugaskan nanti. Idham pun memberikan tiga ilmu agar para lulusan tidak salah dalam bersikap.
"Ada 3 ilmunya itu. Jangan pernah kau lupa, kata tolong, maaf, terima kasih. Kalau kau sudah pegang semua itu, insyaallah kau akan dihargai anak buah, atasan," kata Idham.
Idham lalu berkelakar, ketiga ilmu tersebut suatu saat akan dikenang oleh taruna Akpol. Ia menyebut, pesan tersebut berasal dari Kapolri.
"Jadi cukup 3 itu aja. Kau akan ingat ada Kapolri agak sedang-sedang itu menasehati dengan 3 kata," kata Idham.
Jangan Sombong
Tiga ilmu yang diberikan Idham tersebut sejatinya mengajarkan kepada para taruna untuk tidak sombong. Pangkat yang lebih tinggi mesti dibuktikan dalam pengabdian di masyarakat.
"Jangan kau sombong. Mentang-mentang perwira remaja, enggak boleh itu. Tidak hina kau kalau kau minta maaf,” kata Idham.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
