Pesan Megawati di May Day: Ajak Buruh Pahami Sejarah dan Tingkatkan Daya Saing

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Foto: PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam peringatan ke-71 Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Foto: PDIP

Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan pesan kepada buruh Indonesia dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026.

Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang digelar DPP PDI Perjuangan di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (3/5).

Melalui rekaman video, Megawati mengajak buruh melihat Hari Buruh tidak hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi juga dalam perspektif historis dan kebudayaan.

“Peringatan 1 Mei sebagai Hari Buruh harus dilihat dalam perspektif historis dan kebudayaan,” kata Megawati.

Peringatan Hari Buruh Internasional tahun 2026 oleh DPP PDI Perjuangan di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Singgung Sejarah dan Penindasan

Ia menegaskan perjuangan buruh merupakan bagian dari perlawanan terhadap berbagai bentuk penindasan, termasuk yang dipicu kapitalisme dan imperialisme.

Megawati juga menyinggung pengalaman sejarah Indonesia pada masa penjajahan, termasuk penerapan cultuurstelsel oleh pemerintah kolonial Belanda yang menimbulkan penderitaan berkepanjangan.

“Sebab perjuangan buruh merupakan manifestasi perlawanan terhadap berbagai belenggu penjajahan akibat bekerjanya kapitalisme dan imperialisme,” ujar Megawati.

“Bangsa Indonesia merasakan derita berkepanjangan ketika cultuurstelsel bekerja pada masa penjajahan Belanda,” lanjutnya.

Keadilan Ekonomi dalam Pancasila

Dalam konteks ideologi bangsa, Megawati menyebut perjuangan keadilan ekonomi sebagai bagian dari nilai-nilai Pancasila. Ia menilai keadilan ekonomi tidak hanya menjadi agenda buruh, tetapi juga tujuan utama kemerdekaan Indonesia.

“Perjuangan bagi keadilan dalam bidang perekonomian menjadi esensi penting sosio-demokrasi dalam Pancasila,” ujarnya.

video from internal kumparan

Dorong Peningkatan Kualitas Buruh

Di sisi lain, Megawati mengingatkan buruh Indonesia untuk mampu beradaptasi di tengah persaingan global. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas, keterampilan, profesionalisme, dan produktivitas pekerja.

Menurutnya, hal tersebut perlu didukung melalui kerja sama antara pemerintah, pengusaha, buruh, serta lembaga terkait seperti Badan Riset dan Inovasi dan institusi pendidikan.

“Namun, pada saat bersamaan menghadapi persaingan antar bangsa, diperlukan upaya terus-menerus untuk meningkatkan kualitas, keterampilan, profesionalisme, dan produktivitas kaum buruh Indonesia,” kata Megawati.

Peringatan Hari Buruh Internasional tahun 2026 oleh DPP PDI Perjuangan di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Buruh Pilar Bangsa

Megawati menegaskan buruh bukan sekadar bagian dari angka ekonomi, melainkan pilar penting dalam perjuangan bangsa.

“Buruh bukan sekadar faktor produksi, melainkan soko guru perjuangan dan bersama petani serta nelayan menjadi orientasi kemandirian bangsa,” tegasnya.

Ia menutup pesannya dengan ucapan selamat Hari Buruh serta ajakan untuk terus memperjuangkan kesejahteraan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Selamat Hari Buruh, terus berjuang bagi kemajuan Indonesia Raya tercinta,” tutup Megawati.