Petaka Belajar Nyetir, Mobil Nyemplung di Embung Baturetno Bantul, 1 Orang Tewas
ยทwaktu baca 2 menit

Sebuah mobil Daihatsu Gran Max pikap kecemplung di Embung Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, pada Senin (30/5) petang. Satu orang dilaporkan tewas akibat peristiwa ini.
Lurah Baturetno, Sarjoko, menjelaskan peristiwa itu terjadi sehabis waktu Maghrib. Dia mengaku ditelepon warga bahwa ada mobil yang jatuh ke embung.
"Ada orang latihan mobil kecemplung sini saya dikabari warga telepon saya. Saya merapat ke sini teman yang ada bisa renang ke sini turun membantu," kata Sarjoko ditemui di lokasi.
Sarjoko menjelaskan bahwa orang yang belajar nyetir di area embung bukan warganya. Kedua korban merupakan bapak dan anak asal Pati, Jawa Tengah, yang tengah bekerja menggarap bangunan rumah salah satu warga.
"[Mobil] isinya 2. Bapak 1 dan anak 1. Namanya belum tahu, warga Pati," katanya.
Saat itu, sang anak berniat untuk mengajari bapaknya menyetir mobil. Namun, ternyata mobil tak terkendali, menabrak pembatas dan jatuh ke dalamembung.
"Bapaknya nyetir dilatih anaknya. Yang meninggal anaknya," katanya.
Sarjoko menjelaskan, dia dan warga langsung menyelam begitu mobil jatuh ke embung. Dia juga menelepon petugas untuk datang ke lokasi. Tim SAR gabungan pun tiba dengan peralatan lengkap untuk evakuasi korban dan bangkai mobil.
"Saya ikut turun kecekel tadi mobile itu tadi. Bapak sudah naik, anaknya lambai-lambai," katanya.
Sementara itu, Camat Banguntapan I Nyoman Gunarsa, mengatakan bahwa embung ini tidak pernah digunakan untuk latihan menyetir mobil. Menurutnya, baru kali ini ada orang yang berlatih nyetir mobil di sini.
"Sepengetahuan saya embung belum pernah untuk latihan mobil karena kalau dilihat halaman sangat sempit. Tapi mendengar keterangan pak lurah tadi ini tidak di luar kebiasaan kita di sini [untuk nyetir]," katanya.
Dia membenarkan bahwa korban ini bukan warga Baturetno. Korban kebetulan sedang bekerja di sini dan memiliki niatan untuk berlatih menyetir mobil.
"Mungkin berkeinginan latihan mobil tapi tanpa sepengetahuan pengelola sehingga kejadian ini secepat itu terjadi," katanya.
Sehari-hari, halaman embung itu hanya untuk digunakan bermain anak-anak. Sementara pada malam minggu, halaman digunakan untuk parkiran ketika ada kesenian.
"Sehari-hari ini untuk bermain biasa. Malam minggu ada kesenian dan ini buat parkir. Saya sering ke embung sini dan di sini untuk parkir semua," pungkasnya.
