kumparan
9 Sep 2019 15:43 WIB

Pilot Mogok, Penerbangan British Airways dari Inggris Dibatalkan

British Airways Foto: Reuters/Stefan Wermuth
Maskapai British Airways pada Senin (9/9) membatalkan seluruh penerbangannya dari Inggris.
ADVERTISEMENT
Pembatalan merupakan buntut dari pemogokan yang dilakukan pilot maskapai tersebut. Pemogokan dilakukan untuk menuntut kenaikan upah.
"Setelah berbulan-bulan mencoba menyelesaikan masalah upah, kami sangat menyesal bahwa ujungnya akan seperti ini," kata keterangan Maskapai British Airways, seperti dikutip dari AFP, Senin (9/9).
British Airways menambahkan, mereka tetap membuka pintu negosiasi dengan para pilot yang tergabung dalam Asosiasi Pilot British Airlines (BALPA).
"Sayangnya, dengan tidak ada detail dari BALPA mengenai berapa banyak pilot yang mogok, kami tak bisa memprediksi kapan mereka kembali kerja atau pesawat mana yang memenuhi kualifikasi untuk terbang," sambung mereka.
British Airways Foto: REUTERS/Denis Balibouse
Selama sembilan bulan maskapai British Airways berseteru dengan 4.300 pilotnya terkait masalah upah. Negosiasi yang belum mencapai kesepakatan jadi pemicu pemogokan.
ADVERTISEMENT
Pemogokan tersebut berimbas pada 300 ribu penumpang.
BALPA menyatakan, pemogokan akan berlanjut hingga Selasa (10/9), (27/9) mendatang dan menjelang libur musim dingin.
British Airways pada Juli lalu telah menawarkan kenaikan gaji sebesar 11,5 persen kepada BALPA dalam tiga tahun terakhir. Namun, tawaran itu ditolak.
Menurut BALPA gaji-gaji rata co-pilot di British Airways sebesar 70 ribu pounds sementara gaji junior British Airways nilainya turun menjadi 26 ribu Pounds.
BALPA menegaskan, kenaikan upah mesti dilakukan karena British Airways mengalami kenaikan upah 10 persen sebelum dipotong pajak.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan