Pilu Keluarga Ibu Hamil yang Jadi Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana gedung Terra Drone, Jakarta Pusat pascakebakaran pada Selasa (9/12/2025) malam. Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana gedung Terra Drone, Jakarta Pusat pascakebakaran pada Selasa (9/12/2025) malam. Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

Suasana duka menyelimuti halaman area depan gedung Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (9/12) malam.

Di antara kerumunan keluarga yang mencari kabar, Prasetyo berdiri dengan tatapan nanar. Ia adalah sepupu dari Novia—perempuan berusia 25 tahun yang menjadi salah satu korban kebakaran di gedung Terra Drone, Jakarta Pusat.

Dengan suara merendah, Prasetyo menceritakan kabar duka diterimanya lewat telepon dari pihak keluarga yang membuatnya terhenyak. Saat itu, Prasetyo tengah berada dalam perjalanan.

Novia Nurwana, alumni FT Unila, korban kebakaran gedung Terra Drone, Selasa (9/12/2025). Foto: Instagram/@official_ftunila

"Tadi itu lagi di jalan, kayaknya jam habis asar, ya. Jam 3-an lah," ujar dia kepada wartawan.

"Ditelepon mertua, ditelepon dapat kabar dari suaminya korban. Kalau suaminya dapat kabar dari mana saya enggak tahu," jelasnya.

Kini, Prasetyo tengah mendampingi suami dan mertua Novia di RS Polri. Kehilangan Novia menyisakan pilu mendalam bagi keluarga. Pasalnya, Novia yang tengah hamil tua itu menanti kelahiran anak pertamanya pada Januari mendatang.

"Udah tua, ya [usia kandungannya]. Kemungkinan Januari itu udah mau, udah HPL-nya, ya," ucap Prasetyo.

Isak tangis suami dari N, ibu hamil, yang menjadi korban kebakaran Terra Drone, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (9/12/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Meski tengah hamil besar, Novia ternyata masih bekerja seperti biasa di Terra Drone. Prasetyo menyebut, sepupunya itu terjebak di lantai 5 gedung saat kebakaran terjadi.

Novia sempat berupaya turun ke bawah untuk menyelamatkan diri. Namun, ia kembali ke lantai 5 lantaran asap yang makin pekat.

"Di lantai 5, mau turun ke lantai 1 karena api sudah berasap, balik lagi ke lantai 5 dan terjebak di situ," tutur Prasetyo.

"Dari kondisinya, sih, alhamdulillah aman, ya, maksudnya masih utuh. Mungkin [kehabisan] oksigen," imbuhnya.

Di tengah kebingungan dan kesedihan itu, keluarga masih menunggu proses identifikasi di Instalasi Forensik RS Polri sebelum membawa Novia untuk dimakamkan di Lampung, kampung halamannya.

"Tadi, sih, dapat kabar barusan memang mau direncanain mau dimakamin di Lampung. Mungkin besok kali, ya, kemungkinannya," kata Prasetyo.

Sebelumnya, sebanyak 22 orang meninggal dunia dan sudah dievakuasi dari gedung Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, yang terbakar, pada Selasa (9/12). Salah seorang korban adalah perempuan berinisial N yang sedang hamil.

“Ada korban wanita hamil. Salah satu korban adalah wanita hamil,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, kepada wartawan di lokasi kejadian.

Update:

Novia yang bernama lengkap Novia Nurwana merupakan sarjana Teknik Kimia dari FT Universitas Lampung (Unila). FT Unila menyatakan belasungkawa atas kematian alumninya dalam kebakaran tersebut.

"Teruntuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran dan ketabahan. Semoga Almarhumah diampuni segala khilaf selama hidup di dunia. Aamiin," tulis FT Unila di akun medsosnya.