Pimpinan Komisi I Dukung Rencana Akuisisi Jet Tempur J-10 dari China

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menanggapi rencana Kementerian Pertahanan mengakuisisi jet tempur J-10 dari China.
Ia menilai Indonesia perlu memiliki alutsista yang mumpuni untuk menghadapi berbagai ancaman.
“Kita melihat bahwa ini juga kondisi global, ancaman, kita lihat konflik di Asia Tenggara aja masih ada konflik kan antara negara-negara sesama ASEAN. Karena itu penting untuk kita itu memiliki peralatan tempur yang mumpuni dan yang sanggup untuk mengintersep segala macam ancaman-ancaman, makanya dibutuhkan peralatan tersebut,” kata Dave usai menghadiri upacara HUT TNI ke-81 di Lapangan Mabes TNI Cilangkap, Senin (5/10).
Menurut Dave, kondisi global dan konflik di kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu alasan pentingnya Indonesia memiliki peralatan tempur yang mampu menghadapi ancaman.
Dave juga menilai tidak ada masalah jika Indonesia membeli alutsista dari China, bukan dari negara-negara Barat. Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan adalah kesiapan rantai pasok, pelatihan, serta unit pendukung.
“Nggak ada masalah, selama supply chain-nya dan juga pelatihannya, supporting unit-nya itu mencukupi, nggak ada masalah,” ungkapnya.
Mengenal Jet Tempur J-10
Jet tempur J-10 atau Chengdu J-10 merupakan pesawat tempur generasi keempat China yang dikembangkan sejak 1988 oleh Chengdu Aircraft Industries Corporation.
J-10 dapat melakukan pertempuran udara dan serangan ke permukaan. Pesawat ini memiliki 11 slot untuk berbagai senjata, serta dapat dilengkapi pod navigasi atau tangki bahan bakar tambahan.
Pesawat juga dibekali PL-12 berpenuntun radar-homing udara-ke-udara dan PL-8 dengan pelacak rudal inframerah.
Untuk serangan ke permukaan, J-10 dapat membawa hingga enam bom 500 kg berpemandu laser dan bom konvensional 90 mm. Pesawat ini juga dilengkapi meriam single barrel 23 mm.
