PKB Incar Kursi Mendikbud di Kabinet Jokowi-Ma'ruf: Majukan Pesantren

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Daniel Johan, Wasekjen PKB Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Daniel Johan, Wasekjen PKB Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

PKB mulai mengungkap keinginan mengisi sejumlah pos kementerian dalam kabinet pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin. Wasekjen PKB Daniel Johan menuturkan selain mengincar posisi Mendes, Menaker, dan Menpan RB, pihaknya juga berharap diberikan kepercayaan untuk mengisi posisi Mendikbud.

Menurut Daniel, partainya akan mengembangkan pendidikan pesantren yang unggul apabila dipercaya mengelola dunia pendidikan Indonesia, sehingga tak kalah dari sekolah lain.

"Tentu kita bersyukur kalau diberi kepercayaan untuk mengatasi persoalan di bidang pendidikan. Kami benar-benar memikirkan bagaimana memajukan pesantren ya. Pesantren harus menjadi basis melahirkan sumber daya berkualitas tidak kalah dengan sekolah unggulan yang ada," ujar Daniel di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7).

Ilustrasi Santri dI Pondok Pesantren. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Daniel mengatakan, saat ini kualitas pendidikan sudah mulai membaik setelah adanya peningkatan anggaran. Namun, kata dia, sistem kurikulum pendidikan perlu diperbaiki sesuai dengan kemampuan siswa didik.

"Bersyukur karena anggaran pendidikan sudah tinggi. Tetapi kita harus membuat efektif ya. Sehingga anggaran pendidikan benar-benar bisa meningkatkan kualitas anak didik," kata dia.

"Mungkin kita harus melakukan terobosan kurikulum. Jadi kurikulum tidak hanya menitikberatkan otak, hafal tetapi juga ke hati, keberanian, keterampilan, kreativitas," lanjut Daniel.

kumparan post embed

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi IV DPR itu menuturkan, pihaknya juga fokus kepada para petani dan nelayan. Bahkan, kata dia, partainya memiliki sejumlah kader yang mampu menangani permasalahan petani dan nelayan.

"Bukan persoalan diincar yang menjadi concern PKB saat ini pertanian dan nelayan. Kalau diberikan kepercayaan kami bersyukur. Sangat banyak (kader yang bisa tangani) kalau kader enggak kekurangan," ujar dia.