PKS: Kami Bisa Kerja Sama dengan Aa Gym di Pilgub Jabar

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aa gym (Foto: Agus Bebeng/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Aa gym (Foto: Agus Bebeng/Antara)

Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, K.H. Abdullah Gymnastiar, sudah menghimpun relawan sebagai persiapan untuk maju di Pilgub Jabar tahun depan. Langkah pria yang akrab disapa Aa Gym ini mendapat tanggapan positif dari PKS.

"PKS apresiasi kepada niat dan pernyataan Aa Gym karena membuat masyarakat Jawa Barat punya banyak alternatif calon," ujar Wasekjen PKS Mardani Ali Sera kepada kumparan (kumparan.com), Senin (12/6).

[Baca juga: Aa Gym Harus Putuskan Maju Pilgub Jabar lewat Parpol atau Independen]

Selain itu, langkah Aa Gym juga dipuji karena memberikan lebih banyak opsi bagi parpol. "Kita sebagai parpol tentunya gembira karena makin banyak kandidat, makin baik. Masyarakat Jabar punya banyak pilihan dan itu bagus," tuturnya.

PKS menyebut Aa Gym sebagai orang dekat. Menurut dia, tidak menutup kemungkinan nantinya PKS akan bekerja sama dengan Aa Gym di Pilgub Jabar. Mardani mengatakan sekarang lobi terkait Pilgub Jabar, semua kandidat masih mungkin diusung, termasuk Aa Gym.

[Baca juga: Gerindra: Aa Gym Punya Kriteria Pimpin Jawa Barat]

"Aa Gym itu orang dekat kita. Tentunya kita bisa bekerja sama di Jabar. Masih cair semuanya," kata Mardani.

Mardani mengatakan Aa Gym memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk diusung PKS seperti Netty Aher, Ahmad Saiful, Tate Komaruddin atau Deddy Mizwar sekalipun.

"Tiga orang itu (Deddy, Netty, dan Aa Gym) adalah orang dekat semua. Tapi saat ini semua kemungkinan bisa terjadi. Nanti kita pertimbangkan mana yang terbaik," ujar anggota Komisi I DPR RI tersebut.

[Baca juga: Dedi Mulyadi Tanggapi Kemunculan Aa Gym dalam Survei Pilgub Jabar]

Mardani menyebut beberapa keunggulan yang dimiliki Aa Gym jika ingin maju di Pilgub Jabar, yakni popularitas dan massa yang banyak. Namun, ia mengingatkan massa yang dimiliki Aa Gym berbeda dengan massa di wilayah politik.

"Tapi, kan massanya beda. Domain kerjanya berbeda. Antara ustaz dan masuk ke wilayah politik, jadi perlu persiapan dan kesiapan optimal," katanya.