PKS: Oposisi Efektif Bukan karena Jumlah, tapi Komitmen

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno beserta sekjen partai koalisi menggelar konferensi pers usai keputusan Mahkamah Konstitusi di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis (27/6). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno beserta sekjen partai koalisi menggelar konferensi pers usai keputusan Mahkamah Konstitusi di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Kamis (27/6). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan langkah Prabowo Subianto untuk menjadi presiden RI berakhir. Kini, partai-partai pendukung Prabowo-Sandi dilanda dilema apakah akan menjadi bagian partai pemerintah atau oposisi di luar.

Partai Demokrat dan PAN menjadi partai paling depan yang melempar sinyal akan keluar dari koalisi Prabowo-Sandi. Mereka akan segera mengevaluasi posisi mereka di Koalisi Adil dan Makmur dan bersiap merapat ke koalisi Jokowi-Ma'ruf.

Sementara Partai Gerindra, meski jadi partai utama di koalisi, santer dikabarkan sedang menghitung tawaran beberapa jabatan di koalisi Jokowi. PKS berbeda, partai yang dipimpin Sohibul Iman itu memilih sikap tetap sebagai oposisi.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menganggap soal jumlah tak menjadi masalah bagi PKS berjuang di luar pemeritahan.

"Efektif bukan karena jumlah, tapi karena komitmen dan punya kapasitas," kata Mardani, saat dihubungi, Jumat (28/6).

collection embed figure

Meski begitu, soal komposisi partai oposisi di periode 2019-2024 mendatang, inisiator #2019GantiPresiden itu berharap 4 partai penantang Jokowi tetap berada di luar pemerintahan demi check and balances sistem pemerintahan.

"Untuk kebaikan rakyat Koalisi Adil Makmur bagus tetap solid. Demokrasi perlu kekuatan penyeimbang," katanya.

Ketika ditanya, apakah PKS juga ditawari beberapa jabatan di pemerintahan sebagai bentuk upaya rekonsiliasi, Mardani enggan berkomentar banyak.

"Itu Pak Iman (Presiden PKS) yang tahu," tuturnya.

embed from external kumparan