PKS Tegur Keras Anggotanya yang Usul Ekspor Ganja: Tak Mewakili Kami

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini di acara Seminar Hari Santri Fraksi PKS di Komplek Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini di acara Seminar Hari Santri Fraksi PKS di Komplek Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini memberikan tanggapan terkait pernyataan anggota DPR Komisi VI F-PKS, Rafli Kande soal usulan ekspor ganja. Menurut Jazuli, pernyataan itu tak mewakili suara PKS.

"Pak Rafli, sebagai pribadi anggota DPR namun tidak mewakili sikap PKS," kata Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/1).

Ia pun menilai ucapan Rafli soal ganja telah membuat gaduh suasana. Padahal, kata Jazuli, selama ini, PKS selalu kritis soal narkoba.

"Sekali pun demikian Fraksi PKS menilai pernyataan pribadi Pak Rafli itu kontroversial, dan telah menimbulkan polemik yang kontraproduktif, dan apalagi usulan itu tidak mencerminkan sikap Fraksi PKS," tutur Jazuli.

"Karenanya, pernyataan pribadi itu layak diluruskan dan dikoreksi, apalagi telah menimbulkan salah paham dan framing terhadap PKS, partai yang selama ini justru dikenal vokal menolak narkoba dan mendukung BNN," ucapnya.

Maka dari itu, PKS telah memberikan teguran bagi anggotanya tersebut. Serta, Rafli juga telah meminta maaf atas pernyataannya.

Ilustrasi brownies ganja. Foto: Shutter Stock

"Atas dasar itulah Fraksi PKS menegur keras Pak Rafli. Dan yang bersangkutan meminta maaf atas kesilapan pikiran dan pernyataan pribadinya itu," ujar Jazuli.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR, Rafli Kande, mengusulkan agar ganja menjadi komoditas ekspor. Sebab, dia menilai ganja cukup menjanjikan bagi perdagangan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Rafli, yang merupakan anggota DPR asal Aceh, dalam rapat kerja dengan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

"Ganja entah itu untuk kebutuhan farmasi, untuk apa saja jangan kaku. Kita harus dinamis berpikirnya. Jadi ganja ini di Aceh tumbuhnya itu mudah," kata Rafli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1).