PM Boris Johnson Akui Pernah Gelar Pesta saat Inggris Lockdown

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Foto: ANDY BUCHANAN/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Foto: ANDY BUCHANAN/AFP

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di bawah tekanan berat. Untuk pertama kali, Johnson mengakui menggelar pesta di kediaman resminya saat Inggris tengah lockdown.

Pengakuan itu membuat desakan terhadap Johnson agar meletakkan jabatan semakin deras datang. Bahkan warga dan oposisi Inggris mengaku geram dengan tindakan sang Kepala Pemerintahan.

Atas kesalahannya menggelar pesta di tengah lockdown Johnson menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada warga Inggris.

PM Inggris Boris Johnson Foto: Reuters/Hannah Mckay/

"Saya mengerti kemarahan mereka atas saya dan pemerintahan yang saya pimpin, mereka berpikir Downing Street (kantor PM Inggris) membuat aturan yang sama sekali tidak dipatuhi si pembuat aturan," ucap Johnson seperti dikutip dari Reuters.

"Saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus," sambung dia.

Pada Mei 2020, saat pertama kali Inggris memberlakukan lockdown, Johnson mengaku menggelar pesta di kediaman resminya.

Diduga pesta PM Inggris dihadiri oleh banyak orang. Padahal ketika itu, Inggris memberlakukan aturan ketat terkait kerumunan di dalam ruangan. Selain meminta maaf Johnson mengaku menyesal.

Maaf Tidak Cukup

Pemimpin oposisi dari Partai Buruh, Keir Starmer, menegaskan penyesalan dan permintaan maaf Johnson tidak cukup. Starmer sudah menganggap Johnson seorang pembohong.

"Pesta sudah selesai, bapak Perdana Menteri. Setelah berbulan-bulan menipu dan bohong, ini adalah tontonan menyedihkan dari pria yang sudah kehabisan solusi," ucap Starmer.

"Pembelaannya konyol dan menyinggung publik Inggris," sambung dia.