PM Inggris: Gelombang Varian Omicron Akan Datang, 2 Dosis Vaksin Tidak Cukup

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara di Konferensi Perubahan Iklim PBB COP26 di Glasgow, Inggris. Foto: ANDY BUCHANAN/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara di Konferensi Perubahan Iklim PBB COP26 di Glasgow, Inggris. Foto: ANDY BUCHANAN/AFP

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menggelar rapat bersama sejumlah ilmuwan membahas penanganan COVID-19 pada Minggu (12/12). Rapat dilakukan setelah pemerintah menaikkan level waspada COVID-19 ke tingkat 4.

Johnson menyebut, cepat atau lambat akan terjadi gelombang penularan COVID-19 yang tinggi akibat varian Omicron.

"Gelombang Omicron akan datang," kata Johnson dikutip dari Reuters, Senin (13/12).

kumparan post embed

Ia meminta seluruh penduduk Inggris harus ikut program vaksinasi. Bahkan, ia mengatakan penduduk yang sudah menerima dua dosis masih belum cukup.

"Saya khawatir. Sekarang jelas bahwa dua dosis vaksin tidak cukup untuk memberikan tingkat perlindungan yang kita semua butuhkan," ucap dia.

Johnson menambahkan, varian Omicron jauh lebih menular daripada varian lain, Layanan Kesehatan Nasional atau NHS kini mulai menyiapkan berbagai antisipasi jika terjadi lonjakan kasus.

"Setiap orang yang memenuhi syarat berusia 18 tahun ke atas di Inggris akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan booster mereka sebelum Tahun Baru," kata Johnson.

Seorang apoteker menyiapkan sejumlah vaksin COVID-19 di Regent Pharmacy di Northampton, Inggris. Foto: Andrew Boyers/REUTERS

Sebelumnya, penularan COVID-19 di Inggris selama sebulan terkahir mengalami peningkatan pesat. Kasus harian selalu di atas 10 ribu.

Terbaru, pada pada Minggu (12/12), tercatat ada 48.854 kasus baru dalam kurun 24 jam. Dengan tambahan itu, kini total kasus COVID-19 menjadi 10.819.515 orang. Sedangkan kasus aktif ada 1.182.669 orang.

Sementara terkait kasus Omicron, berdasarkan laporkan Badan Keamanan Kesehatan Inggris tercatat ada 633 kasus baru. Sehingga total kasus varian Omicron menjadi 1.898.