PM Inggris Kenang Pangeran Philip: Pendukung Teguh Yang Mulia Ratu Elizabeth II

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pangeran Philip dari Inggris tiba di Kastil Windsor, setelah keluar dari rumah sakit, di Windsor, Inggris, Selasa (16/3). Foto: Matthew Childs/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pangeran Philip dari Inggris tiba di Kastil Windsor, setelah keluar dari rumah sakit, di Windsor, Inggris, Selasa (16/3). Foto: Matthew Childs/REUTERS

Suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip, meninggal dunia. Kabar duka itu meninggalkan luka mendalam bagi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Johnson mengatakan, peran Pangeran Philip yang bergelar Duke of Edinburgh begitu besar terhadap Kerajaan Inggris. Sebab, Pangeran Philip selalu menjadi pendukung utama bagi sang Istri.

"Kami mengenang Duke atas dukungan teguhnya terhadap Yang Mulia Ratu, bukan hanya karena dia pendampingnya, tapi dia selalu berada di sampingnya selama masa kekuasaan, dan sebagai suami dia adalah kekuatan yang tinggal tetap selama 70 tahun," kata Johnson.

"Seperti seorang pengemudi gerbong, beliau membantu mengarahkan Keluarga Kerajaan dan monarki sehingga tetap menjadi institusi yang tak terbantahkan dan penting untuk keseimbangan dan kebahagiaan kehidupan nasional," sambung dia.

Duka serupa juga disampaikan Ketua Oposisi Inggris, Keir Starmer. Pangeran Philip disebut sebagai tokoh luar biasa.

"Inggris Raya kehilangan seorang pejabat publik luar biasa Pangeran Philip," kata Starmer.

"Beliau akan dikenang atas komitmen luar biasa dan kesetiaan terhadap Ratu," sambung dia.

Pangeran Philip meninggal dunia di usia 99 pada Jumat (9/4/2021). Belum diumumkan secara resmi penyebab kematian Pangeran Philip.

Namun, selama beberapa pekan dari Februari hingga Maret Pangeran Philip dirawat di rumah sakit karena infeksi dan penyakit jantung.