PM Inggris Minta Mahasiswa Tak Ikut Aksi Pro-Palestina

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemimpin oposisi utama Partai Buruh Inggris Keir Starmer. Foto: Stefan Rousseau / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin oposisi utama Partai Buruh Inggris Keir Starmer. Foto: Stefan Rousseau / POOL / AFP

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer meminta mahasiswa tidak mengikuti aksi demo pro-Palestina yang dijadwalkan hari ini, Selasa (7/10). Starmer memperingatkan meningkatnya antisemitisme di jalan-jalan Inggris.

7 Oktober dikenang sebagai hari Hamas menyerang Israel. Tanggal yang sama juga memperingati serangan balasan Israel ke Gaza yang telah berlangsung selama 2 tahun.

Pemerintah Inggris pun menyatakan mengakui negara Palestina di tengah tekanan internasional untuk mengakhiri perang di Gaza.

Dikutip dari BBC, Starmer mengatakan mengadakan demo di hari peringatan 7 Oktober 2023 merupakan tindakan yang tidak mencerminkan Inggris dan akan digunakan oleh sejumlah pihak sebagai alasan untuk menyerang orang Yahudi Inggris.

Sejumlah universitas di berbagai wilayah di Inggris bersiap menggelar demonstrasi. Mahasiswa dari universitas London berencana akan menggelar pawai bersama di ibu kota. Manchester, Glasgow, Edinburgh, dan Bristol adalah beberapa kota yang dijadwalkan akan melakukan demonstrasi.

"Waktu tidak mengurangi kejahatan yang kita lihat di hari itu," kata Starmer dalam tulisannya di surat kabar Times.

Sejumlah pengunjukrasa pro Palestina dibubarkan oleh petugas kepolisian dalam aksi mendukung kelompok pro-Palestina, Palestine Action di Trafalgar Square, London, Inggris, Senin (23/6/2025). Foto: Henry Nicholls/AFP

"Hari ini, pada peringatan kekejaman 7 Oktober, mahasiswa kembali merencanakan protes. Ini bukanlah jati diri kita sebagai sebuah negara. Sangat tidak mencerminkan jati diri Inggris jika kita kurang menghormati orang lain. Dan itu sebelum beberapa dari mereka memutuskan menyuarakan kebencian terhadap orang Yahudi," tulis Starmer.

Starmer menekankan bahwa Inggris akan selalu berdiri teguh dan bersatu melawan mereka yang ingin mencelakai komunitas Yahudi.

"Komunitas Yahudi kita juga telah menghadapi antisemitisme yang meningkat di jalan-jalan kita, di negara kita," ujarnya.

Sementara pemimpin konservatif, Kemi Badenoch, memperingatkan bahwa demo bisa saja berubah menjadi aksi kebencian.

"Dua tahun dari pembunuhan mengerikan pada 7 Oktober, kita juga harus jujur: kebencian yang sama yang memicu serangan-serangan biadab itu masih membara hingga kini," katanya.

Para demonstran mengibarkan bendera Palestina di depan petugas polisi, saat demo untuk menentang larangan pemerintah Inggris atas "Aksi Palestina" berdasarkan undang-undang antiterorisme, di Parliament Square, London, Inggris, Sabtu (6/9/2025). Foto: Carlos Jasso/REUTERS

Wali Kota Greater Manchester dari Partai Buruh, Andy Burnham, meminta pemerintah untuk menyediakan lebih banyak anggaran untuk polisi di wilayah itu menyusul serangan di sinagoge beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, Polisi Greater Manchester berada di bawah tekanan dan pemerintah harus mempertimbangkan pendanaan untuk kepolisian agar terus memberikan keyakinan yang dicari semua masyarakat.

"Kami menghadapi tekanan serupa seperti Kepolisian Metropolitan dengan komunitas Yahudi terbesar di luar London, tapi kami tidak mendapat pendanaan luar biasa yang sama untuk mengatasi tekanan-tekanan tambahan itu," ujarnya.

Pada Sabtu (4/10) lalu, hampir 500 orang ditangkap di pusat kota London selama aksi demo yang mendukung kelompok Palestine Action. Demonstrasi tetap berjalan meski polisi dan kementerian meminta agar demonstrasi ditunda menyusul serangan sinagoge.