PM Jepang Sanae Takaichi Telat 1 Jam Hadiri KTT G20, Gara-gara Pilih Pakaian?
ยทwaktu baca 2 menit

Kehadiran Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di KTT G20 di Afrika Selatan menuai perhatian media China. Media China CGTN memberitakan Takaichi telat 1 jam di KTT G20.
Sorotan ini muncul di tengah ketegangan hubungan China-Jepang menyusul pernyataan Takaichi tentang Taiwan yang membuat China meradang.
Dikutip dari CGTN, Senin (24/11), rekaman video menunjukkan Takaichi baru masuk ke ruangan setelah pemimpin anggota G20 lainnya sudah tiba dan duduk di tempat masing-masing.
"Di media sosial, Takaichi mengatakan membutuhkan waktu berjam-jam memilih pakaian yang diyakini akan mencerminkan martabat. Unggahan itu menuai reaksi keras netizen Jepang," kata CGTN dalam laporannya.
Takaichi memang mengunggah tulisan di X pada 21 November yang mengungkap berangkat ke Afrika Selatan untuk KTT G20 usai menggelar rapat kabinet yang menyepakati langkah ekonomi komprehensif.
Dikutip dari The Mainichi, Takaichi mengungkap kesulitan memilih pakaian untuk kehadiran perdananya di KTT G20. Ia mengaku saat berkemas sebelum berangkat ke Afsel, rupanya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memutuskan pakaian yang akan dibawa.
Takaichi pada akhirnya memilih pakaian yang sudah dimilikinya. Ia mengakhiri tulisannya di X dengan nada menggerutu.
"Saya rasa harus membeli pakaian yang akan membantu saya mendapatkan posisi yang lebih baik dalam negosiasi diplomatik, meskipun saya harus bekerja keras," kata Takaichi dalam tulisannya di X.
Takaichi mengatakan, masalah pakaian ini disinggung oleh sekjen partai Sanseito Hiroshi Ando pada 14 November lalu. Ando saat itu meminta Takaichi berdiplomasi dengan pakaian yang dibuat dari kain terbaik dan yang dibuat oleh pengrajin terbaik Jepang.
Takaichi kemudian mengaku tidak memiliki pakaian seperti yang dimaksud. Ia menyebut pendapat Ando masuk akal, sehingga dia menghabiskan waktu berjam-jam memilih pakaian yang tidak terlihat murahan.
"Dan pakaian yang tidak akan membuat saya dianggap remeh," ujar politikus berusia 64 tahun ini.
Takaichi selama ini sering mengenakan baju berwarna biru untuk menunjukkan kekuatan. Kebiasaan ini terkait dengan kekaguman Takaichi terhadap mendiang Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher, yang dikenal dengan pakaian biru khasnya.
