PMJ dan Polres Metro Bekasi Bentuk Satgas Antisipasi Judi Pilkades

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro, Jumat (18/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro, Jumat (18/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengantisipasi praktik perjudian atau botoh dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Bekasi. Pratik judi yang biasanya terjadi ialah berbentuk taruhan pemenang Pilkades.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, Pilkades serentak di Kabupaten Bekasi akan digelar pada Minggu, 20 September 2020, di 154 desa.

“Direktorat Kriminal Umum sudah membentuk satgas bersama Polres Metro Kabupaten Bekasi akan menindak tegas apabila menemukan terkait tentang perjudian, karena ini memberikan dampak terkait tentang tidak murninya lagi prosesi elektabilitas tentang pemilihan kepala desa,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (18/9).

Budi menyebut praktik perjudian dapat memengaruhi proses pemilihan kepala desa. Ia mengatakan, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah turun untuk memitigasi dan mencari potensi praktik tersebut.

“Jadi sebenarnya pemilihan kepala desa ada yang menang dan ada yang kalah, tetapi diduga ditunggangi oleh permainan judi atau yang kita kenal dengan botoh,” ujarnya.

“Apabila saat ini Ditreskrimum sudah turun untuk memitigasi, mencari, apabila menemukan pasti akan kita proses dengan hukum yang berlaku. Dan mari kita siapkan prosesi ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan damai,” sambungnya.

Selain mengantisipasi perjudian, Polda Metro Jaya juga menyiapkan pola pengamanan bersama perangkat terkait di TPS. Budi mengimbau seluruh calon dan pendukungnya menghormati proses Pilkades serta menghindari provokasi, intimidasi, dan ancaman.

“Kita mengimbau dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa ini bisa berjalan aman, damai, dan tertib,” katanya.