PNS di Karawang Histeris saat Disuntik Vaksin Corona, Bahkan Sempat Sembunyi

Seorang PNS di Karawang, Jawa Barat, histeris saat disuntik vaksin pada Senin (8/3) di Aula Husni Hamid Pemda. Yelu Manda (38) bahkan sempat sembunyi karena takut melihat jarum suntik.
Video histeris Yelu sempat beredar di sejumlah media sosial. "Aduh sakit, jangan jangan bu aduh sakit," ujar Yelu dalam video tersebut.
Dalam rekaman itu, Yelu sempat ditenangkan oleh sejumlah petugas. Hingga akhirnya Yelu bisa disuntik vaksin dosis pertama.
Kepada wartawan di lokasi, Yelu mengakui sempat bersembunyi di masjid yang tak jauh dari lokasi vaksinasi.
"Saya takut jarum suntik. Waktu vaksin kemarin saya sempat ngumpet di masjid," kata Yelu di ruang kerjanya di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Selasa (9/3).
Yelu sempat melobi petugas agar tidak disuntik vaksin corona. Ia rela penghasilannya dipotong. "Saya mending bayar lima juta rupiah pak," ucapnya.
Meski begitu, Yelu tak bisa menghindari vaksinasi tersebut. Sebab, pimpinannya di BKPSDM telah mengambil nomor antrean untk Yelu. "Dapat antrean nomor 414, karena sudah dapat nomor, terpaksa saya ikut divaksin," tambahnya.
Ia mengaku takut disuntik karena pengalamannya saat diberikan vaksin polio saat masih sekolah di SD. Karena pengalaman itu, ia lebih memilih untuk minum obat daripada harus disuntik.
"Rasanya sakit sekali. Sejak itu saya takut disuntik. Pas ada suntik lagi, saya bersama kawan-kawan kabur, melewati sawah, sampai jatuh ke sungai. Sepatu saya sampai hilang sebelah gara-gara jatuh ke sungai," kenangnya.
Usai divaksin, Yelu mengeluh tangan kirinya linu. Ia juga merasakan kantuk yang hebat. Ia bahkan tidak bisa tidur. "Terbayang-bayang jarum suntik kemarin," katanya.
Meski begitu, ia siap untuk menerima vaksin dosis kedua pada 22 Maret 2021. "Saya beranikan diri demi kesehatan dan agar terhindar dari COVID-19," tutupnya.
Sementara itu, Menanggapi video tersebut, Kepala BKPSDM Karawang Asep Aang mengancam akan memberikan sanksi ringan bagi PNS yang mangkir dari vaksinasi COVID-19.
"Di BKPSDM sendiri misalnya, ada dua PNS yang tidak lolos skrining. Satu mengidap auto immune, satu mengidap diabetes," ujar Asep.
Ia mengimbau semua PNS agar hadir sesuai jadwal vaksin. Sementara itu, pemerintah daerah belum menjadwalkan vaksinasi susulan bagi PNS yang absen.
