Polda Metro Akan Periksa Betrand Peto Terkait Laporan Dugaan Kekerasan Seksual

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung Polda Metro Jaya. Foto: Ilham Kausar/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Polda Metro Jaya. Foto: Ilham Kausar/Antara

Polda Metro Jaya akan mengagendakan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait dalam laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) yang menyeret Betrand Peto alias ATT. Laporan tersebut dibuat pada Sabtu (12/9).

Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya AKBP Onkoseno mengatakan penyidik saat ini masih melakukan pendalaman setelah laporan diterima.

“Selanjutnya setelah laporan polisi diterima, kemudian dilakukan serangkaian membuat administrasi penyelidikan dan selanjutnya dari tim penyidik yang menangani akan meminta keterangan terhadap pelapor, saksi-saksi, juga akan meminta visum,” kata Onkoseno di Polda Metro Jaya, Senin (14/9).

Dia menyebut pemanggilan terhadap Betrand akan dijadwalkan penyidik setelah proses pendalaman dilakukan.

“Tentunya nanti ke depan tim penyidik akan mengagendakan juga untuk mengambil keterangan dari para pihak yang terkait,” ujarnya.

Konferensi pers korban TPKS Betrand Peto di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (13/9/2026). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Laporan tersebut dibuat oleh seorang wanita berinisial AW yang disebut sebagai korban. Sementara terlapor berinisial ATT.

“Adapun pelapor sekaligus korban yaitu seorang wanita inisial AW dan terlapornya adalah seorang laki-laki inisial ATT,” kata Onkoseno.

Onkoseno mengatakan dugaan peristiwa tersebut terjadi di sekitar kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Namun, kronologi lengkapnya masih didalami penyidik.

“Kalau untuk lokasi itu di sekitar SCBD. Kronologis, itu nanti masih akan didalami oleh tim penyidik,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan laporan dugaan TPKS tersebut. Ia menyebut laporan dibuat pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

Budi juga menyebut terlapor memiliki hubungan keluarga sebagai anak angkat artis Ruben Onsu.

Ruben sebelumnya meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan terkait laporan tersebut. Ia mengatakan masih menunggu penjelasan dari teman anaknya yang berada di lokasi kejadian.

“Kami akan berusaha untuk tetap kooperatif dan memberikan keterangan serta melakukan hal-hal yang diperlukan dengan sebaik-baiknya,” ujar Ruben.