Polda Metro Cari Penyebar Hoaks Demo 'Jokowi End Game'

24 Juli 2021 15:52 WIB
·
waktu baca 1 menit
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan saat rilis pengungkapan sejumlah kasus di Polda Metro Jaya, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memberikan keterangan saat rilis pengungkapan sejumlah kasus di Polda Metro Jaya, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebutkan banyak hoaks yang tersebar di masyarakat terkait demo yang dikabarkan digelar hari ini, Sabtu (24/7). Sebab hingga saat ini belum ada satu pun aksi demo.
ADVERTISEMENT
"Sampai saat ini belum ada aksi sama sekali. Jadi banyak berikan hoax yang beredar tapi kami tetap antisipasi," kata Yusri, Sabtu (24/7).
Hoaks, kata Yusri, banyak beredar di media sosial. Mereka menggunakan logo ojek online yang sebenarnya tidak terlibat dalam aksi tersebut.
"Banyak-banyak yang beredar di media sosial untuk mengajak demo di Jakarta. Beberapa organisasi seperi ojol dan organisasi yang lain mengatakan tidak ikut karena mereka sadar bahwa Jakarta ini tinggi angka COVID," kata Yusri.
Yusri tidak menyebut berapa banyak hoaks yang ditemukan oleh Polda Metro Jaya. Namun ia memastikan akan mencari tahu siapa penyebarnya.
"Nanti kita cari," kata Yusri.
Pantauan kumparan melalui CCTV di patung kuda kawasan Monas, yang menjadi titik aksi, masih sepi dari massa. Jalan Medan Merdeka Barat juga masih bisa dilalui kendaraan.
ADVERTISEMENT
Meski begitu polisi masih disiagakan di tempat tersebut. Barikade juga masih terpasang di sana.
Yusri memastikan jika nantinya ada massa yang datang ke lokasi mereka akan diminta untuk membubarkan diri. Sehingga tidak terjadi kereumunan yang dapat menularkan virus corona.
"Tapi kalau tetap ada yang bandel juga nanti kita persuasif, humanis, kita sampaikan kembali hindari kerumunan. Sudah kasihan masyarakat Jakarta mengharapkan cepat selesai pandemi COVID jangan menambah lagi," kata Yusri.