Polda Metro Jaya Bantah Aksi Mogok Makan 16 Aktivis yang Ditahan Terkait Demo
·waktu baca 3 menit

Polda Metro Jaya membantah kabar adanya 16 aktivis yang melakukan aksi mogok makan di rumah tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Polisi menegaskan seluruh tahanan mendapat hak makan, kunjungan, hingga pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam menegaskan isu mogok makan tidak benar.
“Tidak benar itu ada isu atau informasi tentang mogok makan, itu tidak benar. Selanjutnya terkait dengan dua hal tersebut akan dijelaskan, yang pertama oleh Dirtahti Polda Metro Jaya. Yang kedua oleh Bapak Kabid Dokes,” kata Ade Ary di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/9).
Para aktivis itu ditahan terkait aksi demo yang berujung ricuh pada Agustus lalu. Dirtahti Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali, memastikan seluruh tahanan diberikan makan tiga kali sehari yang sudah dicek ahli gizi. Menurutnya, hal itu juga terpantau melalui CCTV yang aktif selama 24 jam.
“Untuk makan sendiri di dalam itu, tiga kali sehari. Dan sudah dilakukan pengecekan oleh ahli gizi, jadi sangat-sangat terperhatikan. Kalau ada yang mengatakan saat ini ada yang mogok makan, kami pastikan kembali tidak ada yang mogok makan. Karena kami memasang seluruh sel tahanan itu menggunakan CCTV dan itu terlihat 24 jam,” jelas Dermawan.
Ia juga membantah kabar sulitnya keluarga membesuk para aktivis. Menurutnya, kunjungan tetap dibuka setiap Senin sampai Kamis pukul 09.00-15.00 WIB.
“Bahkan kalau ada keluarga pun, keluarga inti dari para tahanan, yang menitipkan makanan dan melalui pemeriksaan, itu kami berikan kepada mereka. Jadi informasi sulit untuk membesuk, saya pastikan tidak benar,” ucap Dermawan.
Sementara itu, Kabiddokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol dr. Martinus Ginting menuturkan pihaknya rutin memeriksa kesehatan para tahanan, termasuk 16 aktivis yang ditahan.
“Per hari ini saja jumlah yang kami periksa itu ada kesehatannya, 72 orang, 70 laki-laki dan 2 orang perempuan. Dan ketika ada keluhan pun, kami menyiapkan tim medis, dokter, perawat, yang siap senantiasa untuk mendampingi,” kata Martinus.
Ia memastikan kondisi kesehatan para tahanan dalam keadaan normal.
“Kami memeriksa kadar gula darah, mungkin kolesterol juga, yang lain-lain semua, kami periksa berdasarkan kebutuhan dan dari hasil yang ditemukan ternyata hasilnya normal. Jadi artinya yang disampaikan mogok makan itu, ya tidak betul,” tegasnya.
Kabar Mogok Makan
Sebelumnya, keluarga aktivis yang juga admin Gejayan Memanggil Syahdan—salah satu tahanan kasus demonstrasi—mengaku kesulitan membesuk di Rutan Polda Metro Jaya. Kakak Syahdan, Sizigia Pikhansa, bahkan menyebut adiknya mogok makan sejak 11 September sebagai bentuk protes.
“Update terkini, sejak 11 September Syahdan sudah mogok makan. Berarti, per hari ini, sudah seminggu. Ini sebagai bentuk protesnya dia atas penangkapan-penangkapan seluruh aktivis,” kata Sizigia, Rabu (17/9).
Ia menyebut total ada 16 aktivis yang ikut mogok makan sebagai bentuk protes atas penahanan.
