Polda Metro: Korban Ledakan SMAN 72 yang Dirawat di RS Tinggal 3 Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan keterangan terkait pemeriksaan tersangka kasus laporan tuduhan ijazah palsu presiden ke-7 RI Jokowi di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/11/2025). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan keterangan terkait pemeriksaan tersangka kasus laporan tuduhan ijazah palsu presiden ke-7 RI Jokowi di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/11/2025). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO

Tiga pelajar yang terluka akibat ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta Utara, masih dirawat di rumah sakit.

"Tinggal 3 orang pasien," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Kamis (20/11).

Budi menyebut tiga pelajar yang terluka itu dirawat di RS Yarsi, RSCM, dan RS Polri Kramat Jati. Diketahui, salah seorang pelajar yang terluka dan dirawat di RS Polri Kramat Jati adalah pelaku anak berkonflik dengan hukum (ABH).

Suasana SMAN 72 Jakarta Utara beberapa hari setelah ledakan bom dalam sekolah. Foto: Rinddy Seftyan/kumparan

"Satu orang di RS Yarsi, satu orang di RSCM, dan satu orang di RS Polri," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, total terdapat tujuh bom yang dibawa oleh pelaku dan hendak diledakkan di sekolah. Namun, hanya empat bom yang meledak, sedangkan sisanya berhasil diamankan oleh polisi.

Empat bom itu meledak di dalam masjid dan taman baca yang letaknya dekat dengan bank sampah.

Untuk bom yang diledakkan di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai alat pemantiknya. Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dan sampah di pabrik menggunakan sumbu.