Polda Metro Lanjutkan Program Vaksinasi Merdeka Tahun 2022, Sasar Anak-anak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya. Foto: Dok. Istimewa

Polda Metro Jaya akan melanjutkan vaksinasi merdeka di tahun 2022 dengan menyasar kelompok anak-anak. Sebelumnya vaksinasi merdeka ini dimulai pada bulan Juni-Juli 2021 di DKI Jakarta dan wilayah Aglomerasi.

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Didiet Setiobudi mengatakan, vaksinasi merdeka ini terus digencarkan untuk memastikan warga DKI Jakarta dan wilayah aglomerasi terlindungi dari penyebaran COVID-19.

"Di tahun 2022 kami akan terus melanjutkan kerja-kerja kemanusiaan dengan Vaksinasi Merdeka untuk memastikan seluruh warga DKI dan aglomerasi dapat memiliki perlindungan diri melalui vaksinasi, di antaranya vaksinasi anak," kata Didiet kepada wartawan, Jumat (31/12).

Didiet menjelaskan dimulainya vaksinasi merdeka ini pada tahun 2021 lalu. Menurut dia, langkah ini diambil melihat kondisi penyebaran virus corona pada Juni dan Juli sempat memburuk.

Warga menerima suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 Merdeka di Kota Kupang, NTT, Selasa (7/9). Foto: Kornelis Kaha/ANTARA FOTO

"Kondisi ini yang kemudian mendorong Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran berinisiatif memberikan perlindungan terhadap masyarakat DKI melalui percepatan vaksinasi, salah satunya melalui Vaksinasi Merdeka pada 1 – 17 Agustus 2021," ujarnya.

"Sehingga pada perayaan hari Kemerdekaan DKI Jakarta mampu mencapai angka vaksinasi sebesar lebih dari 107%," tambahnya.

Program vaksinasi merdeka ini, lanjut dia, disambut baik oleh masyarakat. Bahkan ribuan orang mendaftar untuk menjadi relawan.

"Vaksinasi Merdeka I hingga III yang berpegang pada unsur kerelawanan, kedermawanan dan kepemimpinan,  berhasil mendorong akselerasi capaian angka vaksinasi hingga 120% di wilayah DKI Jakarta serta capaian minimal 90% di wilayah penyangga di akhir November 2021," tuturnya.

"Semoga program vaksinasi ini dapat menjadi jalan untuk mencegah lebih banyak anak yang harus kehilangan keluarga, atau usaha dan pekerjaan masyarakat yang terbengkalai, karena sumber daya manusia yang tidak sehat bahkan harus menghadapi kematian karena COVID-19," tutupnya.