Polda Metro: Massa Demo Rusuh Disuplai Makanan, Dibawa Pakai Ambulans

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Sejumlah polisi menghadang massa yang ricuh saat unjuk rasa menolak Omnibus Law, di Kawasan Monas, Jakarta, Selasa (13/10).
 Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah polisi menghadang massa yang ricuh saat unjuk rasa menolak Omnibus Law, di Kawasan Monas, Jakarta, Selasa (13/10). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Polda Metro Jaya menangkap sedikitnya 1.377 orang dalam demo rusuh menolak Omnibus Law, Selasa (13/10). Dari pemeriksaan sementara, polisi menemukan adanya dukungan logistik kepada para pendemo yang berbuat kerusuhan.

"Semua masih kita dalami. Tetapi memang dropping makanannya ada. Ada kendaraan-kendaraan yang sudah kita deteksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (14/10).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Nah, ini modus baru langsung sekarang ini. Ada yang menggunakan kendaraan ambulans yang bebas bergerak ini.

--Kombes Pol Yusri Yunus

Massa berlari di tengah kepulan gas air mata, saat ricuh di aksi demo tolak Omnibus Law, di Jakarta, Selasa (13/10). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Tak hanya ambulans, polisi juga menemukan kendaraan lain yang juga berperan mendukung dan memberikan logistik kepada massa demo rusuh. Saat ini, kendaraan itu masih terus ditelusuri.

"Ada juga kendaraan-kendaraan pribadi sudah terdeteksi semuanya, ini kita lakukan pendalaman. Mereka menyiapkan makanan semuanya," tutur dia.

"Bahkan ada indikasi menyiapkan alat-alat batu untuk demonstrasi, pelemparan-pelemparan," ucap dia.

embed from external kumparan