Polda Metro Periksa Model AWS soal Ngaku Jadi Korban Begal
·waktu baca 2 menit

Polda Metro Jaya memeriksa model berinsial AWS pada Kamis (21/5). Ia dimintai keterangan karena mengaku menjadi korban begal yang belakangan diketahui tidak benar terjadi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan adanya agenda pemeriksaan terhadap model tersebut.
“Iya, di (direktorat) siber dalam rangka penjelasan yang bersangkutan,” kata Budi saat dikonfirmasi.
Pantauan di lokasi, AWS keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dengan mengenakan hoodie biru dan celana cokelat. Ia tampak didampingi oleh kerabatnya.
Saat dihampiri oleh awak media, AWS memilih untuk bungkam. Tak lama berdiri di depan wartawan, AWS mendadak menangis tersedu-sedu sebelum akhirnya dituntun oleh kerabatnya untuk masuk ke dalam mobil.
Polisi Pastikan Narasi Begal Hanya Iseng
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah memastikan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai model AWS yang disebut kritis akibat menjadi korban begal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, adalah tidak benar.
Berdasarkan penyelidikan kepolisian, AWS bukanlah korban tindak pidana pembegalan maupun kejahatan lainnya. Cerita tersebut sengaja dibuat karena iseng serta untuk mengglorifikasi maraknya kasus begal yang belakangan ini sedang viral di media sosial.
Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihaknya telah melakukan pendalaman bersama Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Satres PPA PPO Polres Jakarta Barat, Polsek Kebon Jeruk, serta melibatkan UPT P3A, tim psikologi, dan Dokkes Polda Metro Jaya.
“Yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya,” kata Budi dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (20/5).
Dari hasil pendalaman mendalam tersebut, polisi berhasil mengungkap dua motif utama di balik kebohongan yang dilakukan oleh AWS.
“Apa motifnya? Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin mengglorifikasikan beberapa kejadian viral tentang begal,” ujarnya.
