Polda Sumut: 1.085 Orang Bayar Vaksin Corona Sinovac Secara Ilegal

22 Mei 2021 2:31
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra saat memaparkan kasus penjualan vaksin secara ilegal di Kota Medan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra saat memaparkan kasus penjualan vaksin secara ilegal di Kota Medan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
ADVERTISEMENT
Polda Sumut terus mendalami kasus penjualan vaksin corona Sinovac ilegal di Kota Medan. Total empat orang ditetapkan sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT
Keempat tersangka adalah agen properti berinisial SW, dua dokter Dinkes Sumut berinisial KS dan IR, serta ASN Dinkes Sumut berinisial SH. Aksi mereka terciduk polisi ketika mereka melakukan vaksinasi di Kompleks Perumahan Jati Residence, Kota Medan, Selasa (18/5).
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra mengatakan, sudah 15 kali mereka melakukan vaksinasi corona ilegal. Aksinya dilakukan sejak April 2021.
“Para peserta vaksinasi [diwajibkan] membayar biaya vaksin dan jasa penyuntikan. Vaksin sebesar Rp 250 ribu,” ujar Panca saat paparan di Polda Sumut, Jumat (21/5).
Total sudah ada ribuan warga yang membayar melalui tersangka SW. Keuntungan ratusan juta rupiah juga diraup para pelaku.
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra saat memaparkan kasus penjualan vaksin secara ilegal di Kota Medan.  Foto: Rahmat Utomo/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra saat memaparkan kasus penjualan vaksin secara ilegal di Kota Medan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
“Total jumlah orang yang divaksin selama 15 kali pelaksanaan vaksinasi yang tidak sesuai peruntukannya sejak April-Mei 2021 sebanyak 1.085 orang dengan nilai sebesar Rp 238.700.000,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, para pelaku diketahui melakukan vaksinasi ilegal di 15 lokasi.
“[Di antaranya] di daerah perumahan Jati Residence sebanyak enam kali, Ruku The Great Arcade Kompleks Cemara Asri sebanyak dua kali, Club House Citra Land Bagya City sebanyak tiga kali, di Jalan Palangkaraya No. 109 A/36 sebanyak tiga kali, dan Kompleks Puri Delta Mas Jakarta sebanyak satu kali,” ungkapnya lagi,
Panca mengatakan, vaksin tersebut sebagian diperoleh dari tersangka IW. Ia bertugas di Rutan Kelas 1 Medan. Dalam aksinya, ia mengambil vaksin yang seharusnya diperuntukkan untuk petugas rutan.
“Tujuh kali pelaksanaan vaksinasi dengan vaksin yang diperoleh dari IW,” tuturnya.
Sedangkan untuk pemasok kegiatan di delapan vaksinasi lainnya disediakan tersangka SH dan KS.
ADVERTISEMENT
“Delapan kali pelaksanaan vaksinasi [lainnya] dengan vaksin yang diperoleh dari KS dan SH,” pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020