Polisi Amankan dan Periksa 3 Warga yang Adang Mobil Relawan di Cianjur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat memberi keterangan terkait penanganan kasus Habib Bahar bin Smith di Mapolda Jabar, Bandung pada Rabu (5/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat memberi keterangan terkait penanganan kasus Habib Bahar bin Smith di Mapolda Jabar, Bandung pada Rabu (5/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo menyebut, polisi sempat mengamankan tiga warga yang mengadang mobil relawan bermuatan logistik untuk korban gempa cianjur.

Menurut Tompo. usai diperiksa terkait insiden tersebut, ketiganya lalu dipulangkan. Hasil pemeriksaan, ketiga warga itu memang terdampak bencana ini.

"Tadi diamankan 3 orang dan diperiksa," kata Tompo melalui keterangannya pada Rabu (23/11).

kumparan post embed

Tompo mengatakan, ketiga warga itu juga sudah mengakui kesalahannya. Selain dipulangkan, ketiganya turut diberikan bantuan.

"Mereka akhirnya menyadari kekeliruannya, setelah di periksa dan diklarifikasi ke 3 warga itu. Ketiganya dikembalikan dengan dibekali bantuan berupa kebutuhan pengungsian," ucap dia.

embed from external kumparan

Sebelumnya, sebuah video memuat aksi pengadangan yang dilakukan warga terhadap seorang relawan. Peristiwa ini terjadi di kawasan Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat.

Dalam video yang viral di media sosial ini, terlihat ada 2 pria yang mengadang mobil itu. Mereka disebut-sebut meminta bantuan secara paksa dari mobil relawan itu.

Video ini diunggah oleh akun Twitter @Kangjaill.

"Kita dijegat ya..orang orang ini minta bantuan diturunin disini. Sementara kita Mau ke ujung ..orang orang ini brentiin semua mobil yang ada tanpa terkecuali ambulan Lokasi tidak jauh dari SMP Terbuka Cigunang Rancagoong. Hati hati buat semua relawan," tulis keterangan di video itu.

Akibatnya, relawan tersebut lebih memilih mundur dan beralih melalui jalan lain dibandingkan harus memberikan bantuan yang diminta secara paksa itu.