Polisi: Anak Pamen TNI Bersepeda Sendirian Sebelum Ditemukan Tewas Terbakar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi penemuan jasad terbakar di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma pada Senin (25/9/2023).  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi penemuan jasad terbakar di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma pada Senin (25/9/2023). Foto: Dok. Istimewa

Polisi menyebut CHR (16), anak pamen TNI yang ditemukan tewas dengan kondisi terbakar sempat bersepeda sendirian menuju Pos Spion di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Leonardus Simarmata mengatakan, hal ini terekam dalam 4 CCTV yang ada di sekitar lokasi.

"Dia menggunakan sepeda, ini sepeda yang kami temukan di TKP. Jadi dia mengayuh sendiri memang menuju ke TKP," ujar Leo kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (29/9).

Leo menerangkan, dalam rekaman CCTV yang ada, korban juga terlihat membawa sebuah ransel. Ransel itu juga ditemukan di dekat jasad korban. Namun belum dirinci apa yang dibawa korban dalam ransel itu.

Penyidik juga, lanjutnya, telah melakukan pemeriksaan terhadap ayah dan ibu korban. Dari hasil keterangan mereka, korban meninggalkan rumah pada Minggu (24/9) sekitar pukul 18.40 WIB.

"Sekitar pukul 18.40 WIB meninggalkan rumah itu masih bertemu dengan bapaknya masih," ungkapnya.

Jasad korban akhirnya ditemukan dalam kondisi terbakar sekitar satu jam kemudian pada 19.40 WIB. Ia mengalami hampir 91 persen luka bakar.

Selain itu, di tubuh korban juga ditemukan 6 luka tusukan pisau pada bagian dada.

Ada Pesan di Game Roblox

CHR ini merupakan seorang gamer. Dia memiliki akun game online Roblox yang di dalamnya ada pesan yang diketiknya sebagai status dalam permainan tersebut.

"Kami juga akan mengecek akun Roblox. Jadi, korban ini hobinya memang gamer. Mengecek akun Roblox korban karena ditemukan status di Roblox korban, bertuliskan, tulisannya: 'Hi, if you see this, I'm probably already dead'," ungkap Leonardus kepada wartawan di Mapolres Jaktim, Rabu (27/9).

Pesan tersebut jika diterjemahkan menjadi: 'Halo, jika kamu melihat ini, besar kemungkinan saya sudah mati'.

Namun belum diketahui siapa yang menulis pesan tersebut. Apakah korban, atau pihak lain.