Polisi Benarkan Ada Pertemuan Firli dan SYL di Rumah Kertanegara 46

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Penampakan suasana rumah diduga milik Firli Bahuri di Kertanegara nomor 46 usai digeledah polisi, Kamis (26/10/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan suasana rumah diduga milik Firli Bahuri di Kertanegara nomor 46 usai digeledah polisi, Kamis (26/10/2023). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Polda Metro Jaya membenarkan ada pertemuan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dengan eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di rumah Kertanegara nomor 46 Kebayoran Baru, Jaksel. Hal ini disampaikan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Meski demikian, Ade tidak menjelaskan lebih jauh soal kapan hingga berapa kali pertemuan tersebut terjadi.

“Tadi materi penyidikan ya, tapi yang jelas ada (pertemuan Firli dan SYL)” ujar Ade kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (3/11).

Firli Bahuri bersiap mengikuti rapat paripurna DPR terkait pengesahan lima pimpinan KPK, 16 September 2019. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Rumah di Jalan Kertanegara Nomor 46, Jakarta Selatan, itu merupakan milik seseorang berinisial E. Rumah disewa oleh bos Alexis, Alex Tirta, sejak 2020. Biaya sewanya Rp 650 juta setahun.

"Telah kita lakukan pemeriksaan dan dapatkan keterangan dari saksi E bahwa rumah Kartanegara Nomor 46 disewa sejak tahun 2020 dari saksi Alex Tirta yang saat ini kita lakukan pemeriksaan," kata Ade.

Polisi telah menggeledah rumah yang disebut sebagai tempat singgah Firli itu. Alex Tirta juga diperiksa polisi terkait rumah tersebut.

Penggeledahan maupun pemeriksaan itu terkait kasus pemerasan pimpinan KPK kepada SYL. Kasus ini sudah naik ke penyidikan namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Anggukan SYL

Pertemuan Firli Bahuri dan Syahrul Yasin Limpo diduga di sebuah GOR badminton. Foto: Dok. Istimewa

Soal pertemuan dengan Firli di rumah Kertanegara 46, SYL telah memberikan tanggapan. Ia menganggukkan kepalanya saat dikonfirmasi wartawan soal dugaan pertemuan itu.

Pertanyaan itu diajukan kepada SYL yang baru saja menjalani pemeriksaan penyidik KPK di Gedung Merah Putih pada Senin (30/10).

Anggukan kepala SYL itu dilakukan saat masuk mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK. Meski saat awak media mempertegas makna anggukan itu, SYL tak memberi jawaban tegas.

Eks Gubernur Sulawesi Selatan itu meminta untuk menanyakan ke Polda Metro Jaya.

"Tanya Polda, tanya Polda," kata dia pendek, Senin (30/10).