Polisi Bicara Penyebab Kematian Mahasiswa Unud, Timothy, Usut Dugaan Bunuh Diri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahasiswa dan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana menggelar Renungan Malam untuk mengenang kepergian almarhum Timothy Anugerah Saputra di depan Gedung FISIP Kampus Sudirman, Denpasar pada Jumat (17/10/2025). Foto: Instagram/ @univ.udayana
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa dan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana menggelar Renungan Malam untuk mengenang kepergian almarhum Timothy Anugerah Saputra di depan Gedung FISIP Kampus Sudirman, Denpasar pada Jumat (17/10/2025). Foto: Instagram/ @univ.udayana

Polisi menyebut, mahasiswa Unud Timothy Anugerah Saputra meninggal dunia usai terjun dari lantai 4 gedung FISIP. Korban mengalami cedera parah yang menyebabkan kematian.

"Kalau penyebab kematiannya karena cidera akibat terjatuh dari lantai 4 gedung," ujar Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi, Minggu (19/10).

Terkait penyebab bunuh diri yang diduga dilakukan korban, ia mengatakan masih dalam penyelidikan.

"Sampai dengan saat ini kami masih proses lidik terkait penyebab korban diduga bunuh diri tersebut," jelas dia.

Timothy Anugerah Saputera, Mahasiswa Universitas Udayana, Bali. Foto: Intagram/ @ditjen_dikti

Polisi masih menunggu keterangan dari ibunda Timothy. Sebab hingga kini ibunda korban belum bisa dimintai keterangan.

"Kami terkendala karena ibu kandung korban yang selama ini tinggal bersama korban, sampai denga saat ini belum bisa dimintai keterangan," kata Laksmi.

Sebelumnya, Timothy Anugerah Saputra (22), ditemukan tewas usai terjatuh dari Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Denpasar. Pihak kampus menyebut korban terjatuh dari lantai dua gedung Fisip.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/10) dan memunculkan dugaan perundungan di lingkungan kampus. Sebab, setelah insiden itu, muncul percakapan nir-empati di media sosial yang diduga berasal dari mahasiswa Unud.

instagram embed

Kampus menegaskan percakapan tersebut terjadi setelah korban meninggal dan tidak menjadi penyebab insiden.

"Berdasarkan hasil rapat koordinasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Program Studi, dan mahasiswa yang terlibat dalam percakapan di media sosial, dapat dipastikan bahwa isi percakapan tersebut terjadi setelah almarhum meninggal dunia, bukan sebelum peristiwa yang menimpa almarhum," katanya dalam siaran pers, Jumat (17/10)

Kasus perundungan itu kini ditangani Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) universitas. Pihak kampus berjanji menindak tegas pelaku perundungan.