Polisi Heran Keterangan Saksi Kunci Pembunuhan PNS Bapenda Semarang Berubah
ยทwaktu baca 3 menit

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar mengaku heran dengan saksi kunci tewasnya PNS Bapenda Semarang Paulus Iwan Boedi Prasetijo yakni Agung Portal. Keterangan Agung kerap berubah-ubah.
Menurut Irwan, Agung sudah berstatus saksi yang dilindungi LPSK. Seharusnya dia dapat memberi keterangan lebih terbuka, tapi justru sebaliknya penjelasan Agung berbelit-belit.
"Agung Portal selama dalam lindungan LPSK selalu mengatakan tidak, tidak tahu. Artinya begini, dalam perspektif perlindungan, orang yang dilindungi adalah saksi, orang yang melihat, mengetahui peristiwa pidana. Kalau Agung ini tidak tahu, tidak tahu, gugur kualifikasinya sebagai saksi. Untuk apa dilindungi ?," kata Irwan di kantornya, Senin (17/10).
Kepada Agung Portal, Irwan sempat menawarkan opsi menjadi justice collaborator. Ia juga akan memberikan perlindungan terhadap Agung Portal termasuk melibatkan LPSK jika Agung Portal terlibat atau mengetahui kasus itu.
"Sejak awal, Agung Portal sudah kita tawarkan kalau pun dia saksi, akan kita lindungi. Kalau pun dia terlibat, kan ada itu justice collaborator. Itu sudah kita tawarkan sejak awal, karena ketika dilakukan pemeriksaan itu kalimat yang sering disampaikan oleh Agung, adalah bagaimana dengan nasib saya, kalau saya berbicara apa adanya, itu sering beberapa kali, termasuk saya mendengarkan langsung," jelas Irwan.
"Kamu akan berada dalam perlindungan LPSK. Tapi sekarang terbalik, begitu dia dilindungi LPSK, semua keterangannya dicabut," sambungnya.
Ia pun berharap, Agung Portal bersikap kooperatif karena ia merupakan saksi kunci kasus pembunuhan sadis ini. Ia meminta Agung berani mengungkapkan fakta yang sebenarnya.
"Jadi sekarang kalau ditanya, ndak tahu, ndak tahu, lupa, ndak tahu. Sekarang ini masih kita lakukan pendalaman, kita juga berharap Agung Portal bisa lebih kooperatif, kita harus membantu keluarga korban mengungkap kasus ini sejelas-jelasnya," tegas dia.
Untuk diketahui, kepada polisi pada pemeriksaan awal, Agung Portal mengetahui ada tiga orang lagi selain dirinya yang saat itu berada di lokasi kejadian tempat pembunuhan Iwan. Dua di antaranya berbadan tegap. Berdasarkan hasil lie detector atau alat pendeteksi kebohongan, Agung berkata benar.
"Menurut Agung portal kala itu, selain dirinya ada tiga orang lagi yang dia kenal, salah satunya inisial H dan dua orang yang berpostur tegap. Begitulah keterangan awal," jelas dia
Namun, kemudian keterangan tersebut dibantah sendiri oleh Agung Portal saat ia diperiksa Pomdam IV Diponegoro. Kepada polisi militer itu, Agung mengaku tidak mengenal atau melihat 3 orang tersebut termasuk dua pria berbadan tegap itu.
"Kemudian keterangan-keterangan ini semuanya dibantah oleh saudara Agung Portal ketika yang bersangkutan diperiksa di Pomdam. Sehingga sekarang ini kita terus mendalami Agung Portal karena keterangan itu tidak konsisten, berubah-ubah," kata Irwan.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan ada 3 orang prajurit TNI yang turut diperiksa atas kasus pembunuhan ini. Keterangan ini berbeda dengan keterangan Danpomdam IV Diponegoro yang menyebut hanya ada dua tentara yang diperiksa.
