Polisi ke RS Tarakan Minta Rekam Medis Korban Sembako Maut di Monas

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasubnit Jatanras Niko Purba (Foto: Soejono Eben Ezer Saragih/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kasubnit Jatanras Niko Purba (Foto: Soejono Eben Ezer Saragih/kumparan)

Polda Metro Jaya melalui Kasubnit 1 Jatanras AKP Niko Purba menyambangi RS Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat. Kedatangan polisi dengan maksud untuk meminta rekam medis dan rekaman CCTV dua korban tewas dalam kasus pembagian sembako di Monas, Sabtu (28/4).

Diketahui dua korban tewas yakni Mahesa Junaedi dan Muhammad Rizki sebelum tewas sempat dibawa ke RS Tarakan untuk mendapat pertolongan medis. Namun nyawa keduanya tak tertolong.

video youtube embed

Pantauan kumparan (kumparan.com), penyidik tiba di rs sekitar pukul 18.45 WIB. Polisi langsung menemui petugas RS Tarakan untuk melakukan koordinasi terkait informasi mengenai rekam medis korban dan rekaman CCTV saat korban dibawa ke rs.

Polisi kemudian diarahkan untuk bertemu manajemen rumah sakit.

"Izin Pak, kami ingin melihat CCTV saat korban berada di rumah sakit dan ingin menelusuri jam kedatangan korban dan waktu korban meninggal," ujar Niko kepada petugas RS Tarakan.

Kasubnit Jatanras Niko Purba (Foto: Soejono Eben Ezer Saragih/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kasubnit Jatanras Niko Purba (Foto: Soejono Eben Ezer Saragih/kumparan)

Dari keterangan awal dokter, kedua korban meninggal karena pecahnya pembuluh darah dan dehidrasi. Hingga kini, polisi masih berdiskusi dengan petugas keamanan untuk bertemu manajemen rumah sakit.