Polisi Koordinasi dengan PPATK, Telusuri Aliran Uang ke Ormas Berkedok Preman

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
konferensi pers tentang Operasi Brantas Jaya 2025 di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
konferensi pers tentang Operasi Brantas Jaya 2025 di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sejumlah kelompok yang mengatasnamakan diri organisasi masyarakat (ormas) membuat keresahan ditindak Polda Metro Jaya. Berkedok premanisme, mereka menguasai lahan parkir dan lahan pemerintah, serta memalak pedagang pasar.

Selama Operasi Berantas Jaya 2025, PMJ mengamankan 3.599 orang anggota ormas yang terlibat premanisme ini. Ada 251 kasus yang berhasil diungkap dalam operasi tersebut. Paling banyak adalah kasus pemerasan, termasuk yang melibatkan ormas.

Sejumlah tersangka telah dijerat dalam kasus tersebut. Namun tidak berhenti sampai di sana. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan pihaknya akan menelusuri ke mana aliran uang yang diterima oleh ormas-ormas ini.

Sejumlah tahanan dihadirkan dalam konferensi pers kasus kejahatan hasil Operasi Brantas Jaya 2025 di Polda Metro Jaya, Senin (26/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Terkait dengan aliran dana, kami akan dalami aliran dananya ke mana saja, jadi ini terus kami tracing," kata dia dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (26/5).

"Jadi perlu kami sampaikan bahwa langkah-langkah yang dilakukan oleh penyidik saat ini kami masih akan berkoordinasi nanti dengan PPATK tentunya apabila dana itu berada di rekening, kami masih sementara tracing, termasuk ada beberapa yang sudah diberikan aset, kemungkinan itu akan kami sita," sambungnya.

Wira belum merinci lebih jauh mengenai penelusuran uang tersebut.

Polisi berjaga saat sejumlah tahanan dihadirkan dalam konferensi pers kasus kejahatan hasil Operasi Brantas Jaya 2025 di Polda Metro Jaya, Senin (26/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Penelusuran aliran ini dilakukan karena uang yang didapatkan oleh ormas-ormas nilainya fantastis. Salah satunya seperti penguasaan lahan parkir di RSUD Tangsel oleh Ormas Pemuda Pancasila (PP) telah berlangsung sejak 2017. Dalam kurun waktu tersebut, ormas itu bisa meraup keuntungan hingga Rp 7 miliar.

"Sudah berlangsung dari tahun 2017 Kemudian berdasarkan hasil pendalaman kalau kita hitung dari 2017 sampai sekarang kurang lebih sudah dapat mungkin lebih dari Rp 7.000.000.000 lebih hasil yang diperoleh dari mengelola parkir di rumah sakit RSUD Tangsel," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indardi di lokasi yang sama.