Polisi: Korban Penembakan di Tangerang Bukan Ustaz, tapi Paranormal

19 September 2021 11:11 WIB
·
waktu baca 1 menit
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memberikan keterangan pers atas gelar perkara kasus kerumunan acara di Petamburan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/12).  Foto: Rachman/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memberikan keterangan pers atas gelar perkara kasus kerumunan acara di Petamburan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/12). Foto: Rachman/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Teka-teki penembakan seorang warga berinisial A (43) di Jalan Nean Saba, Kenciran, Tangerang ditembak orang tak dikenal (OTK), Sabtu (18/9) belum menemukan titik terang. Kasus itu masih ditangani kepolisian.
ADVERTISEMENT
Belakangan, diketahui bahwa korban bukan seorang ustaz, melainkan paranormal. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.
“Dia bukan ustaz, sudah 20 tahun dikenal sebagai paranormal,” kata Yusri kepada kumparan, Minggu (19/9).
Yusri menuturkan, selain paranormal, korban juga sebagai salah satu pengurus majelis taklim di masjid tersebut. Yusri berharap masyarakat tetap tenang menunggu penyelidikan.
“Dia juga Ketua Majelis Taklim,” ujar Yusri.
Sebelumnya, warga di Jalan Nean Saba, Kenciran, Tangerang dihebohkan dengan insiden penembakan oleh orang tak dikenal (OTK), Sabtu (18/9) kemarin. Dalam insiden itu seorang pria berinisial A menjadi korban.
Dari hasil keterangan sejumlah saksi, diketahui pelaku penembakan sebanyak 2 orang tak dikenal. Mereka mengendarai motor saat melakukan aksinya. Korban meninggal akibat pendarahan di pinggang.
ADVERTISEMENT