Polisi Masih Buru Ade Purnama dan Pria Bertopi Pengeroyok Ade Armando

18 April 2022 15:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat gelar konferensi per terkait kasus narkoba Naufal Samudera di Humas Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (8/1). Foto: Agus Apriyanto
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat gelar konferensi per terkait kasus narkoba Naufal Samudera di Humas Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (8/1). Foto: Agus Apriyanto
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Polda Metro Jaya masih terus mengusut kasus pengeroyokan Ade Armando saat Demo 11 April di depan Gedung DPR RI. Dua buronan pengeroyokan itu masih diburu hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
"Iya masih dalam pengejaran. Masih dikejar itu dua orang lagi Ade Purnama sama yang pakai topi itu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat dihubungi, Senin (18/4).
Kendati demikian, Zulpan belum mengungkap identitas pria bertopi yang sempat disebut-sebut sebagai Abdul Manaf itu.
Jumpa pers perkembangan penanganan kasus Ade Armando di Polda Metro Jaya, Rabu (13/4). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Dia mengatakan pihaknya hingga saat ini masih terus menelusuri identitas pria tersebut sekaligus menangkapnya.
"Ini masih penyidik di lapangan masih dikejarlah," tutupnya.
Dalam kasus ini, Ade Armando menjadi korban pengeroyokan saat demo 11 April di depan Gedung DPR RI. Celana panjangnya juga sempat dilucuti oleh para pelaku.
Akibat kejadian itu, Ade mendapat sejumlah luka di tubuhnya. Bahkan dia juga mengalami gangguan pada kantung kemih dan pendarahan di kepalanya hingga harus dirawat intensif di RS Siloam Jakarta.
ADVERTISEMENT
Hingga saat ini, polisi telah menangkap 6 orang pelaku pengeroyokan, yakni Komarudin, Muhammad Bagja, Dhia Ul Haq, Abdul Latip, Markos Iswan, dan Al Fikri Hidayatullah.
Termasuk satu pelaku lainnya bernama Arif Pardiani yang diketahui menjadi provokator dalam aksi pengeroyokan tersebut.