Polisi Panggil Petugas KKP Tanjung Priok soal NIK Ganda Peserta Vaksin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Sinovac kepada warga saat mobil vaksin keliling singgah di Kantor Kelurahan Cipedak, Jakarta, Selasa (13/7/2021). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Sinovac kepada warga saat mobil vaksin keliling singgah di Kantor Kelurahan Cipedak, Jakarta, Selasa (13/7/2021). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Kasus warga tidak bisa divaksin karena Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP-nya sama dengan orang lain diselidiki polisi.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis mengatakan, mereka akan memanggil petugas vaksin di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Tanjung Priok untuk memperjelas permasalahan yang ada.

"Nanti para petugas kami undang untuk klarifikasi agar bisa kita lacak (masalahnya)" kata Kholis saat dikonfirmasi, Selasa (3/8).

kumparan post embed

Kasus warga tidak bisa divaksin karena masalah NIK dialami oleh Wasit Ridwan. Warga Bekasi itu tidak bisa divaksin lantaran NIK-nya sudah digunakan oleh WNA bernama Lee In Wong yang mengikuti vaksinasi di KKP Kelas I Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 25 Juni 2021.

Hal yang sama juga dialami oleh Sumarno. NIK warga Serang itu sama dengan yang digunakan oleh Musa.

Musa sudah lebih dulu vaksin di Kelurahan Lagoa pada 13 Juli 2021. Masalah itu diketahui saat Sumarno akan vaksin di KKP Kelas I Tanjung Priok pada Selasa (3/8).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis (kanan) memberikan keterangan saat konferensi pers kasus peredaran narkotika di Polres Tanjung Priuk., Selasa (29/6). Foto: Dok. Istimewa

Terkait pemanggilan para petugas vaksin, Kholis belum bisa memastikan waktunya. Namun, ia menegaskan akan dilakukan secepatnya.

"Secepatnya dengan menyesuaikan waktu agar pelayanan vaksinasi di KKP tidak terganggu," kata Kholis.

Lebih lanjut, ia berharap masalah ini dapat diselesaikan sehingga tidak ada warga yang kesulitan vaksinasi.

"Semoga bisa clear ketemu sumber masalahnya. Apabila nanti ada kekeliruan administratif maka kita dorong untuk perbaiki agar pelayanan lancar," kata Kholis.