Polisi Pastikan Tak Ada Peluru Tajam Kawal Aksi Antikorupsi FPI-PA 212 di Monas

Polda Metro Jaya telah menerima surat pemberitahuan aksi antikorupsi yang akan dilakukan organisasi GNPF Ulama, PA 212, dan FPI. Aksi akan digelar Jumat (21/2) di depan Istana Kepresidenan dan Patung Kuda, kawasan Monas setelah Jumatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, saat ini pihaknya masih menyusun jumlah personel yang akan dikerahkan untuk mengawal aksi itu. Ia juga memastikan tidak ada personel yang akan dilengkapi dengan peluru tajam.
"Masih kita susun, yang jelang pengamanan nanti dari Polres Jakarta Pusat, dibantu Polda Metro dan teman-teman TNI. Untuk pengamanan kita siap," kata Yusri, Jumat (21/2).
"Tidak ada yang dilengkapi peluru tajam, kita kedepankan pengamanan humanis," tambahnya.
Yusri mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah personel yang dikerahkan karena belum diketahui jumlah massa yang akan ikut dalam aksi itu. Hingga saat ini mereka masih berkoordinasi.
"Belum tahu kita berapa nanti massa yang akan ikut aksi, kita kan menyesuaikan dengan mereka di lapangan. Kita masih koordinasikan," ujarnya.
Yusri memastikan pengamanan terhadap massa aksi akan dilakukan secara humanis. Ia juga meminta massa membubarkan diri tepat pukul 18.00 WIB sesuai dengan aturan yang UU nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
"Tentu pengamanan kita kedepankan pendekatan humanis, kita juga minta massa mengikuti aturan yang berlaku di mana sesuai dengan undang-undang tepat pukul 18.00 WIB sudah membubarkan diri," ucap Yusri.
"Tapi kita percaya mereka juga sudah paham mengenai aturan dan mereka juga menyatakan tidak akan lama dalam menyampaikan aspirasinya," pungkasnya.
Gabungan organisasi GNPF Ulama, PA 212, dan FPI akan menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Kepresidenan dan sekitar Monas, Jakarta Pusat, Jumat siang.
Aksi tersebut bertajuk 'Aksi 212: Berantas Korupsi Selamatkan NKRI'. Awalnya, aksi akan digelar di depan DPR, namun menurut Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin, aksi dipindah ke depan Istana Kepresidenan dan Patung Kuda, kawasan Monas.
Novel menjelaskan, fokus Aksi 212 kali ini adalah melawan korupsi demi menyelamatkan Indonesia. Menurutnya, Aksi 212 akan dihadiri masyarakat seluruh Indonesia. Pihak PA 212 pun telah berkoordinasi dengan kepolisian.
