Polisi: Penculik Malika Punya Identitas Berbeda, Selalu Berpindah Tempat
·waktu baca 2 menit

Polisi masih belum menemukan titik terang perihal keberadaan Malika Anastasya, bocah 6 tahun yang diduga diculik oleh seorang pemulung di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin mengungkapkan, pihaknya kesulitan mencari keberadaan pelaku lantaran dia kerap dikenal dengan berbagai nama.
"Jadi keterangan dari pembeli gerobak, dia membeli dari seorang bernama Herman. Sementara orang tua korban mengenal yang bersangkutan itu mengatasnamakan Yadi," ujar Komarudin saat dihubungi, Selasa (27/12).
Untuk itu, proses identifikasi masih perlu dilakukan secara mendalam. Dari rekaman CCTV yang telah disisir di lokasi pun tak terlihat jelas wajah dari pelaku.
"Kita masih mencari kesesuaian wajah. Karena CCTV yang kita peroleh di Jalan Industri itu dekat, namun tidak bisa melihat wajahnya," ungkap Komarudin.
Ditambah lagi pelaku juga tak pernah menetap di suatu tempat. Hal ini pun membuat polisi kesulitan mencari asal usul pelaku.
"Dia memang tidak menetap ya, artinya dia selalu berpindah pindah karena dari beberapa CCTV yang sempat kita ambil pas kebetulan dia ada di Jalan Irigasi, ada satu yang menangkap di situ, kadang dia tidur di situ dan juga yang pernah melihat kesehariannya terkadang ada di wilayah daerah Jakarta Utara," jelasnya.
Malika hilang diculik seorang pria di Jalan Gunung Sahari 7A, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Rabu (7/12) lalu. Aksi penculikannya terekam kamera CCTV dan videonya beredar di media sosial.
Penculiknya tak lain adalah seorang yang diduga bekerja sebagai pemulung yang juga dikenal oleh keluarga Malika.
Terkini, polisi juga telah menemukan gerobak yang biasa digunakan pelaku ketika menjadi pemulung. Gerobak itu dijual di kawasan Poncol, Senen, Jakarta Pusat, seharga Rp 400 ribu.
