Polisi: Perampok Sopir Taksi Online di Tol Jagorawi Diduga 2 Orang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully menyampaikan terkait kasus dugaan pembunuhan dengan kecubung.  Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully menyampaikan terkait kasus dugaan pembunuhan dengan kecubung. Foto: Thomas Bosco/kumparan

Sopir taksi online bernama Suprapto (46) menjadi korban perampokan. Dia lebih dulu dicekoki kecubung.

Para pelaku diduga berjumlah dua orang. Keduanya meninggalkan korban rest area dalam kondisi mabuk.

Suprapto kemudian tewas tertabrak kendaraan di KM 11+100 Tol Jagorawi pada Kamis (20/3) dini hari.

"Dugaan awal pelaku 1 atau 2 orang. Nanti tapi akan berkembang ya," kata Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, AKBP Titus Yudho Ully, Kamis (13/4).

Titus Mengatakan, pelaku memang sempat menggunakan jasa korban satu kali menggunakan aplikasi. Namun setelahnya hanya dipesan melalui WhatsApp pribadi.

Ilustrasi mayat. Foto: Shutterstock

"Jadi dari hasil pemeriksaan saksi-saksi korban ini pernah disewa satu kali oleh pelaku. Melalui aplikasi online," tuturnya.

"Tapi pada saat sekali melalui aplikasi online berikutnya yang kedua, dan yang ketiga kejadian ini tidak melalui aplikasi online lagi tapi melalui WhatsApp atau melalui social media pribadi," jelasnya.

Sebelumnya, dari penyelidikan polisi, korban bersama pelaku diketahui mampir di rest area Tol Cibubur. Di sana, pelaku kemudian pura-pura membeli makanan dan minuman.

Tanpa sepengetahuan korban, pelaku mencampur makanan korban dengan kecubung. Tujuannya untuk memabukkan korban.

"Jadi korban seolah-olah diajak makan dulu. Padahal makanannya itu sudah dicampuri dengan kecubung," ujar Kasaubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully.