Polisi Periksa Majikan 2 PRT yang Loncat dari Lantai 4 Kos di Benhil
·waktu baca 2 menit

Polisi memeriksa majikan dari dua wanita pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R (30 tahun) dan D (18 tahun) yang melompat dari kos lantai 4 di Jalan Bendungan Walahar Buntu, Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat.
“Iya benar, diperiksa di Ditreskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) Polda Metro Jaya,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/4).
Meski demikian, penanganan kasus ini secara keseluruhan masih ditangani oleh Polsek Tanah Abang. Namun Roby mengatakan ada kemungkinan penanganan tersebut diambil alih oleh Polda Metro Jaya.
“Sekarang masih di Polsek, nanti kemungkinan ditarik Polda,” ujarnya.
Hingga saat ini, polisi belum merinci alasan kedua PRT tersebut melompat. Namun, berdasarkan informasi sementara, polisi menduga alasannya karena kedua PRT tersebut ingin kabur sebab merasa tidak betah.
“Kalau untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” kata Roby, Kamis (23/4).
Roby mengatakan rasa tidak betah tersebut karena tidak nyaman dengan perilaku sang majikan. Namun kebenaran informasi ini masih diselidiki oleh polisi.
“Ada saksi yang lain yang ngomongin bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis gitu katanya,” ucap Roby.
Sementara itu, R kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan secara mendalam. Kemudian D meninggal dunia di rumah sakit tak lama dari peristiwa ini terjadi.
Belum Lama Bekerja di Majikan
Kedua PRT tersebut diketahui baru bekerja di kos tersebut. R baru bekerja selama seminggu, sementara D baru bekerja selama 3 bulan.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, ketika R dan D ditemui tergeletak usai melompat, ditemui sejumlah tas di sekitarnya. Di dalamnya didapati sejumlah pakaian, tapi tidak ditemukan ponsel maupun kartu identitas mereka.
“Bawa tas, pakaian, sepatu. Gak bawa sepatu. Gak tau dia gak pake sepatu atau apa, tapi sepatu di dalam tas,” ujar seorang saksi saat ditemui kumparan, Jumat (24/4).
Adapun rumah kos tempat mereka bekerja merupakan bangunan empat lantai. Lantai atas diperuntukkan majikan dan PRT. Dari lantai empat inilah, kedua PRT melompat.
