Polisi Periksa Teman Tersangka Pencabulan Santriwati soal Dugaan Bantu Pelarian

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kedatangan tersangka Asyhari di Mapolresta Pati.  Foto: Dok. Humas Polresta Pati
zoom-in-whitePerbesar
Kedatangan tersangka Asyhari di Mapolresta Pati. Foto: Dok. Humas Polresta Pati

Polisi mengamankan seorang pria berinisial KS--teman dari Asyhari, tersangka pencabulan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. KS diamankan di salah satu hotel di Bekasi.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, mengatakan KS diamankan untuk memeriksa keterlibatannya dalam pelarian Asyhari.

”(Perannya) kita dalami. Yang bersangkutan kami duga ikut membantu pelarian tersangka,” kata Dika dalam jumpa pers di Mapolresta Pati, Kamis (7/5).

Dika menjelaskan, KS diringkus polisi saat berada di sebuah hotel di Kota Bekasi, Jawa Barat. Sementara Asyhari ditangkap di Petilasan Eyang Gunungsari di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

KS Dibebaskan

Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, menyebut status KS masih sebagai saksi.

"Sampai dengan saat ini statusnya masih saksi," jelasnya kepada wartawan, Jumat (8/5).

Hafid mengatakan, KS sempat dibawa ke Polresta Pati pada Kamis (7/5) siang. Ia pun telah dimintai keterangan oleh polisi. KS bersama pengacaranya baru keluar dari Polresta Pati dini hari tadi pukul 02.00 WIB.

“Apabila status saksi, tidak ditahan," jelas dia.

Pengakuan KS

KS mengaku berada di Bekasi untuk mencarikan pengacara yang bakal mendampingi Asyhari. Dirinya mengaku sudah berniat ke Kabupaten Pati, tetapi malah ditangkap polisi lebih dulu.

”Dari situ saya berangkat ke Bekasi. Secara hukum, yang lama tidak kooperatif. PH lama dicabut kuasanya. Saya kemarin sore mau ke Pati. Tapi sudah dijemput. Saya dibawa dari Green City Bekasi,” kata dia saat ditemui di Polresta Pati.

Ia juga mengaku sudah membujuk tersangka agar ikut pulang ke Kabupaten Pati dalam sambungan telepon pada Rabu sore kemarin. Dalam sambungan telepon tersebut, Asyhari mengaku berada di Wonogiri.

”Waktu sore sudah mau hubungi agar mau pulang ke Pati. Karena ini sudah ada pengacara. Dibawa di tempat yang berbeda. Saat telepon dia mengaku ada di Wonogiri,” tutur dia.

Soal peran, KS mengaku tidak membantu tersangka dalam pelarian. Dirinya hanya membantu tersangka untuk mencari penasihat hukum. Ia mau membantu lantaran percaya bahwa pendiri Ponpes Ndholo Kusumo tersebut tidak bersalah dan tidak melakukan perzinaan.

”Karena dia kiai, dia bersumpah demi Allah tidak berbuat zina. Maka saya siap membantu. Saya asli Jakarta, tapi sudah 20 tahun di Pati. Dua kali ke rumah saya. Tuduhan membantu kabur tidak benar,” tandas dia.