Polisi Sebut Wanita yang Disekap-Dianiaya di Bandung Terancam Buta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan usai menghadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026, Selasa (10/3). Foto: Abisatya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan usai menghadiri Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026, Selasa (10/3). Foto: Abisatya/kumparan

Seorang wanita berinisial YTR (29) diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di sebuah rumah kos di wilayah Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka berat dan terancam kehilangan fungsi penglihatannya.

Polda Jawa Barat saat ini masih menyelidiki kasus tersebut sekaligus memburu terduga pelaku berinisial T (30).

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, kondisi korban sangat memprihatinkan. Saat ini, korban masih menjalani pemulihan akibat luka yang dialaminya.

"Kita saat ini lakukan proses untuk pemulihan dulu dari sakit-sakitnya dan sangat mengenaskan sekali, salah satu mata ini sudah sama-sama tidak bisa digunakan, yang satunya juga. Informasi dari kedokteran juga kemungkinan kecil juga bisa digunakan," kata Hendra dalam keterangannya, Kamis (18/6).

Menurut Hendra, korban menjadi saksi utama dalam perkara tersebut karena diduga merupakan satu-satunya orang yang mengetahui secara langsung peristiwa yang dialaminya.

"Kemudian kondisinya sangat mengenaskan, mengundang empati dan simpati kita dan saksi satu-satunya yang mengetahui dari para pelakunya adalah yang bersangkutan," ucapnya.

Kamar kost yang ditempati seorang wanita yang menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (17/6/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Polisi Masih Buru Terduga Pelaku

Hendra mengatakan polisi masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Sejumlah upaya penyelidikan dan pencarian terus dilakukan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Ini persoalannya, rekan-rekan sekalian mohon bersabar, doakan kami, dan polisi harus bisa segera mengungkap dan menangkap pelakunya," ucap Hendra.

"Dan saat ini, beberapa titik yang bersangkutan ini selalu lepas dari pada tangkapan kita. Mohon kesabarannya, rilis ini merupakan rilis kita klarifikasi bahwa kita betul-betul sungguh-sungguh dan profesional untuk mengungkap kasus ini," tambah dia.

Sempat Hilang Kontak dengan Keluarga

Kasus ini telah dilaporkan keluarga korban ke Polda Jawa Barat. Dalam laporan tersebut, keluarga menyebut terduga pelaku bukan pasangan maupun suami korban.

Menurut keluarga, sejak mengenal T, korban menjadi sulit dihubungi dan bahkan sempat hilang kontak dengan keluarganya selama sekitar tiga tahun.