Polisi Siapkan Tim Trauma Healing Bantu Pulihkan Psikis Malika

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penculikan. Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penculikan. Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan

Teka teki kasus penculikan Malika Anastasya, bocah enam tahun di Jalan Gunung Sahari 7A, Sawah Besar, Jakarta Pusat, terungkap. Malika berhasil ditemukan pada Senin (2/1) malam bersama penculiknya, Iwan Sumarno.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin, mengatakan tim trauma healing diterjunkan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis korban.

"Jadi bisa kita bayangkan kondisi anak seusia itu yang biasanya dia tinggal dengan keluarga. Terus, dengan pola hidup yang harus kesana kemari, tidur di dalam gerobak, atau mungkin kadang tidur di emperan, makan mungkin tidak jelas, nah ini yang kondisinya memang butuh waktu," kata Komarudin di Mapolres Metro Jakarta Pusat.

Kapolres Jakarta Pusat Komarudin saat merilisi foto DPO Iwan penculik Malika. Foto: Dok. Istimewa

"Makanya hari ini tentunya, tim trauma healing itu akan lebih berperan," sambungnya.

Saat ini, Malika masih menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Malika Anastasya (6), bocah perempuan yang hilang diculik di Jalan Gunung Sahari 7A, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Istimewa

Kondisi Terkini Malika

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga korban penculikan Malika, Azam Khan, mengunjungi Malika di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Di sana Malika juga bertemu dengan orang tuanya setelah hampir sebulan tak bertemu atau sejak diculik pada Rabu (7/1).

"Alhamdulillah, orang tua sejak tadi malam yang perempuan sudah mendampingi, kondisi anak sehat. Terus orang tua laki juga tadi saya bawa sudah melihat langsung. Saya pun barusan melihat langsung ketemu sama Malika, malah merangkul sama saya dan salaman beberapa menit," kata Azam di RS Polri, Kramat Jati.

Menurut Azam, kondisi Malika cukup baik dan sehat. Malika juga cukup ceria dan berkomunikasi seperti biasa padanya dan orang tuanya.

"Kedua kondisi anak saya melihat ceria," ujarnya.