Polisi: Siti Elina Baru Sehari Ambil Pistol dari Pamannya, Lalu Pergi ke Istana
·waktu baca 2 menit

Polisi telah mengungkap asal usul senjata yang digunakan Siti Elina (24), wanita bersenjata api yang mencoba menerobos kawasan Istana Presiden. Rupanya senjata jenis FN itu dicurinya dari pamannya yang merupakan pensiunan anggota TNI sehari sebelum beraksi.
"Senjata ini baru sehari diambil secara diam-diam dan ini milik pamannya. Kemudian dibawa saat akan ke Istana," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/10).
Hengki menjelaskan, pistol tersebut diambilnya secara diam-diam dari rumah pamannya. Kemudian, senjata itu dibawanya ke kawasan Istana Merdeka.
Namun saat beraksi, Hengki mengungkapkan, pistol yang digunakan Lina itu terpisah dengan tempat penyimpanan peluru atau magasin.
"Terpisah antara pistol dan magasinnya. Dan di dalam magasin ada 1 selongsong, artinya tanpa proyektil, kita masih dalami (senjata api itu) apa berfungsi apa tidak," kata dia.
Sebelumnya, Ketua RT 13/04, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Nurjanah menyebut senpi yang dibawa Lina itu diduga milik pamannya yang mantan anggota TNI — dulu disebut ABRI. Informasi itu didengarnya melalui pembicaraan salah satu keluarga Lina.
"Kalau urusan pistol itu saya dengar, saya ada omongan, itu pamannya dia ini ABRI. Dia punya pistol yang sudah enggak aktif enggak kepakai, dicurilah sama si Lina ini," ujar Nurjanah saat ditemui di kediamannya, Rabu (26/10).
Kini Lina telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan atau Pasal 335 KUHP.
