Polisi soal Bom Tas di Bengkulu: Bukan Teroris, Ini Masalah Personal

Polisi memastikan bom di dalam tas yang meledak di Desa Padang Serunaian, Kecamatan Semidang Alas, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, bukan ulah jaringan teroris.
Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Sudarno, mengatakan bom yang meledak di depan rumah warga bernama Halidin (60) pada Sabtu (11/1) pagi, terkait masalah personal.
"Tidak, ledakan ini tidak ulah jaringan teroris. Kalau teroris kan nyasarnya pasti ke tempat-tempat yang lain. Sepertinya ini lebih pada permasalahan personal," kata Sudarno dikutip dari Antara.
Polisi masih menyelidiki kasus ledakan bom di dalam tas tersebut. Beberapa orang saksi yang melihat kejadian juga sudah dimintai keterangan.
Sudarno mengatakan, Kapolda Bengkulu Irjen Supratman telah meninjau lokasi kejadian. Polda Bengkulu juga telah menerjunkan tim penjinak bom dari Satuan Brimob.
"Iya, benar. Bapak Kapolda sudah meninjau lokasi kejadian. Polisi juga telah membuat laporan ke Densus 88 anti-teror," ucapnya.
Bom di dalam tas meledak di depan rumah Halidin pada pukul 06.40 WIB. Tepatnya, saat Halidin membuka tas yang berada di depan rumahnya. Akibat ledakan itu Halidin mengalami luka di kaki dan dilarikan ke rumah sakit.
Dugaan awal, bom itu terkait permasalahan pemilihan kepala desa (Pilkades).
"Kasus ini terjadi dugaan ada permasalahan saat Pilkades, tetapi kami tetap melakukan penyelidikan terhadap semua kemungkinan," kata Sudarno.
