Polisi soal Pelajar Kebumen Tewas karena Baliho: Tak Ada Benturan dengan Mobil

Polres Kebumen masih mendalami kecelakaan yang menewaskan seorang siswi SMK karena tertimpa baliho caleg. Polisi mengatakan, sejauh ini belum ada indikasi bila korban tertabrak kendaraan lain.
Hal ini menanggapi beredarnya kabar bahwa korban berinisial SA (18) sempat terseret sebuah mobil usai motornya jatuh karena tertimpa baliho. Kabar itu muncul karena banyak bekas darah yang cukup panjang di lokasi kejadian.
"Belum bisa dipastikan kaitan dengan ditabrak mobil dan terseret. Dari olah TKP tidak ada benturan dengan mobil," ujar Kapolres Kebumen AKBP Albertus Recky Robertho kepada kumparan, Jumat (12/1).
Recky menjelaskan, adanya bekas darah yang cukup panjang di TKP karena ceceran darah itu dilewati kendaraan.
"Itu bekas roda kendaraan-kendaraan yang melewati ceceran darah," jelas dia.
Ia juga mengungkap, baliho milik caleg tersebut dipasang oleh pihak ketiga. Terkait pemasangan baliho milik caleg dari Partai Nasdem tersebut, saat ini masih ditangani oleh Bawaslu.
"Yang pasang baliho pihak ketiga dan sedang ditangani oleh bawaslu. Untuk caleg atau keluarga caleg sudah melakukan giat simpati kepada keluarga korban," kata Recky.
Seorang pelajar putri berinisial SA meninggal dunia usai motornya mengalami kecelakan karena sebuah baliho.
Peristiwa itu terjadi saat korban bersama siswi lainnya berboncengan melintasi Jalan Raya Kebumen-Banyumas, Desa Sidomulyo, Kecamatan Karanganyar pada Hari Rabu 10 Januari 2023, sekitar pukul 14.30 WIB.
Saat mereka melintas di TKP, tiba-tiba sebuah baliho jatuh dan mengenai motor korban. Korban kemudian jatuh dan helm yang dipakainya terlepas. Kepalanya kemudian membentur beton jalan yang menimbulkan luka parah di bagian kepala.
